Persepsi bahwa mobil listrik hanya cocok digunakan di kota-kota besar mulai terpatahkan. BYD Motor Indonesia mengungkapkan, minat terhadap kendaraan listrik justru juga datang dari konsumen yang tinggal di daerah atau kota-kota tier 2. Fenomena tersebut terlihat dari tren pembelian kendaraan elektrifikasi yang terus meningkat di luar wilayah perkotaan utama. Test Derive BYD Atto 1 BYD mencatat, sejumlah daerah menunjukkan antusiasme yang cukup tinggi terhadap mobil listrik, meski infrastruktur otomotif di wilayah tersebut belum sepadat kota besar. Luther Panjaitan, Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, mengatakan, dirinya melihat adanya lonjakan pembelian kendaraan elektrifikasi di daerah-daerah. "Ternyata, setelah saya tanya responsnya kenapa beli mobil listrik, karena ternyata setelah mereka rasakan tingkat efisiensi kendaraan EV itu bukan hanya soal jarak tempuh atau soal konsumsi bahan bakar," ujar Luther, kepada wartawan, saat ditemui di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026, di JIExpo Kemayoran, belum lama ini. BYD M6 Menurut Luther, faktor efisiensi menjadi salah satu daya tarik utama kendaraan listrik bagi masyarakat daerah. Namun, alasan tersebut tidak berdiri sendiri dan justru dipengaruhi oleh kondisi lokal yang mereka hadapi sehari-hari. Peresmian diler BYD Harmony Kuningan "Tapi, mereka juga butuh karena beberapa area itu BBM langka dan listrik tersedia. Nah, mereka ingin memanfaatkan kendaraan itu sebagai salah satu alternatif solusi. Kedua, bukan hanya itu, di daerah ini juga sering terjadi antrean BBM yang sangat panjang," kata Luther. Kondisi tersebut membuat kendaraan listrik dinilai lebih praktis dan relevan. Ketersediaan listrik yang relatif stabil di beberapa wilayah, ditambah sulitnya akses bahan bakar minyak, mendorong masyarakat mencari solusi mobilitas yang lebih efisien dan mudah diandalkan. Luther tidak merinci secara spesifik daerah mana saja yang mengalami tren tersebut. Namun, ia menyebutkan bahwa sebagian besar konsumen kendaraan listrik dari daerah berasal dari wilayah di luar Pulau Jawa, yang memiliki tantangan distribusi BBM berbeda dibandingkan kawasan metropolitan. "Sehingga, EV jadi alternatif dan solusi untuk mereka mengganti kendaraan ICE atau diesel mereka ke EV. Dan itu saya cukup terkejut, karena ternyata bukan hanya soal efisiensi dari sisi listrik saja bahwa itu membantu solusi atas masalah mereka di daerah," ujar Luther. "Kemudian, ya tentunya setelah mereka lihat dari sisi pajak, dari sisi pengeluaran keseharian, itu sangat efisien." Luther menambahkan, melihat temuan tersebut, BYD saat ini mulai fokus juga untuk menambah dan memperkuat jaringan di luar daerah dan kota-kota tier 2. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang