Modifikasi setir menjadi salah satu tren ringan yang banyak digandrungi pemilik mobil bermesin bensin maupun diesel. Selain membuat tampilan kabin lebih modern, ubahan ini juga relatif mudah dilakukan dan tidak membutuhkan modifikasi besar. Namun, saat bicara tentang mobil listrik, tren ini belum berkembang sejauh itu. kabin Ioniq 9 Mayoritas pemilik kendaraan listrik masih menggunakan setir bawaan pabrik atau melakukan modifikasi ringan, bukan upgrade setir. Muhammad Bobby, pemilik Bobby Spec Rare Item, toko spesialis upgrade setir mobil di MGK Mall Kemayoran, mengatakan bahwa permintaan upgrade setir untuk mobil listrik sejauh ini belum muncul. “Mobil listrik sejauh ini belum. Karena mobil listrik itu kayaknya sudah lengkap banget,” kata Bobby yang ditemui Kompas.com di Jakarta, pekan lalu. “Mungkin mereka masih agak ragu buat modif mobilnya karena ya mobil listrik itu kan, masih takut-takut ya,” ujarnya. Selain itu, ketersediaan komponen serta informasi teknis terkait setir mobil listrik masih sangat terbatas. “Kita juga dapat barangnya jarang. Maksudnya, dapat info barang tentang mobil-mobil listrik itu juga jarang,” katanya. Muhammad Bobby, pemilik Bobby Spec Rare Item, bengkel spesialis setir dan body part di Mega Kemayoran Glodok (MGK), Kemayoran, Jakarta Bobby menilai, sebagian pemilik mobil listrik memang mulai melirik modifikasi, tetapi umumnya baru berani di ranah kosmetik ringan. Misalnya, sekadar melapisi ulang permukaan setir atau mengganti kulitnya agar tampak lebih segar. “Enggak ngasih kira-kira ikutin modif. Paling mereka kayaknya cuma buat kulit-kulit doang. Tapi kalau buat upgrade ke mobil yang lebih tinggi itu kayaknya belum,” tuturnya. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang