Pasar mobil listrik di Indonesia terus berkembang, tetapi respons konsumen di segmen premium berbeda-beda. Beberapa merek, seperti Denza, menunjukkan permintaan kuat, sementara Mercedes-Benz EV masih menghadapi tantangan menarik minat pembeli. Berdasarkan data Gaikindo, sepanjang Januari–November 2025, total penjualan mobil listrik di Indonesia mencapai lebih dari 82.500 unit, naik signifikan dibanding tahun sebelumnya. Di antara merek EV, BYD memimpin pasar, sedangkan Denza menempati posisi ketiga dengan sekitar 6.775 unit terjual, menunjukkan antusiasme konsumen terhadap produk premium-nya. Model Denza D9 mencatat penjualan retail lebih dari 5.500 unit sepanjang 2025, dengan beberapa bulan berhasil menembus angka 1.000 unit. Sementara itu, Mercedes-Benz mencatat total penjualan retail sekitar 1.277 unit pada 2025 untuk semua model premium mereka. Meski menghadirkan G Class Electric, EQS SUV, dan EQE 350, kontribusi mobil listrik terhadap total penjualan ini diperkirakan masih sangat kecil, menandakan penyerapan EV mereka di pasar Indonesia relatif lambat dibanding merek EV lain. Kinerja Kompetitor Premium Di sisi lain, kompetitor premium lain menunjukkan kinerja berbeda. BMW telah menghadirkan beberapa model EV seperti iX, i4, dan i7, sedangkan Lexus memasarkan RZ 450e dan UX 300e, meskipun penjualan kendaraan listrik kedua merek ini di Indonesia masih terbatas. Secara total, penjualan retail BMW mencapai 2.450 unit, sebagian besar dari model ICE dan hybrid, sedangkan Lexus mencapai 1.523 unit. Donald Rachmat, CEO Mercedes-Benz Indonesia, mengatakan kondisi ekonomi yang tidak menentu menjadi salah satu faktor penjualan. “Mungkin karena situasi ekonomi yang sedang tidak stabil, konsumen memilih menunda pembelian," kata Donald di Jakarta Pusat, Selasa (3/2/2026). Meski begitu, ia optimis bahwa Mercedes-Benz tetap memiliki keunggulan tersendiri di pasar premium karena loyalitas dan hubungan emosional dengan konsumen. "Namun, ada ikatan emosional yang kuat antara pengguna dan kendaraan, sehingga faktor ini bisa menjadi penopang bagi penjualan,” ujarnya. Persaingan di segmen premium menunjukkan bahwa adaptasi konsumen terhadap mobil listrik tidak merata. Konsumen lebih cepat merespons EV yang menawarkan kombinasi fitur premium dan harga kompetitif, seperti Denza, dibanding model luxury tradisional Eropa. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang