Kondisi pasar otomotif nasional, khususnya di segmen kendaraan premium, dinilai masih mengalami tantangan cukup berat di awal tahun 2026. Meski demikian, BMW Group Indonesia menunjukkan optimisme tinggi terhadap pertumbuhan pasar dalam waktu dekat. Presiden Direktur BMW Group Indonesia, Peter Medalla, mengakui bahwa performa penjualan saat ini secara angka memang belum melampaui capaian periode yang sama pada tahun sebelumnya. Namun, ia melihat adanya tren positif dari sisi minat konsumen. Peter Medalla, Presiden Direktur BMW Group Indonesia, mengatakan, segmen premium saat ini masih menantang. Tapi, pihaknya optimistis karena kuartal I tahun lalu yang lebih buruk. BMW Group Indonesia menggelar Festival of JOY "Jadi, kita masih berada di bawah dibanding tahun lalu. Tapi, kami melihat lebih dari itu, ada pemesanan kembali yang membangun hingga kuartal II," ujar pria yang akrab disapa Sunny, kepada wartawan, saat ditemui di sela-sela Festival of Joy, di JIExpo Kemayoran, Jumat (17/4/2026). Proyeksi Kuartal Kedua Sunny memprediksi akan terjadi pembalikan keadaan pada periode April hingga Juni mendatang. Menurutnya, basis data penjualan tahun lalu pada periode tersebut berada di titik yang cukup rendah, sehingga peluang untuk mencatatkan kenaikan secara tahunan (year-on-year) terbuka lebar. "Saya bisa mengatakan ini, kuartal II (tahun ini) akan lebih baik dibanding kuartal II tahun lalu. Meskipun, belum mulai, karena kuartal II tahun lalu terjadi penurunan besar di semua merek, tidak hanya premium," kata Sunny. BMW Mengingat ke belakang, ia menyebutkan bahwa paruh pertama tahun 2025 merupakan periode yang sangat fluktuatif bagi industri otomotif secara global maupun domestik. "Tahun lalu, banyak faktor luar yang menyebabkan penurunan pada seluruh industri otomotif. Seluruh April, Mei, Juni, sangat berat bagi semua orang," ujarnya. BMW i7 di IIMS 2026 Dampak Ekonomi Global Kondisi ekonomi makro disebut menjadi faktor utama yang menekan daya beli masyarakat kelas atas tahun lalu. Gejolak politik internasional hingga melemahnya nilai tukar mata uang membuat konsumen cenderung menahan belanja barang mewah. Sunny mengatakan, tahun lalu ada kebijakan ekonomi Presiden AS Donald Trump, penurunan saham yang besar, dan tentunya mata uang yang melemah. Kombinasi semua itu membuat penurunan yang sangat besar. BMW Mini di IIMS 2026 Memasuki tahun ini, BMW Group Indonesia mengandalkan momentum dari berbagai aktivitas pemasaran dan pameran otomotif untuk menjaga gairah pasar. "Kuartal II akan sangat mirip dengan kuartal I, di mana ada momentum. Akhir tahun lalu ada Festival of Joy, kemudian dilanjutkan dengan IIMS yang sangat berhasil. Jadi, pada akhirnya investasi kami dalam menunjukkan mobil kami kepada masyarakat masih berhasil," katanya. Kehadiran unit-unit terbaru di ajang Festival of Joy di JIExpo Kemayoran diharapkan menjadi katalisator bagi pertumbuhan angka pemesanan kendaraan (SPK) BMW di Indonesia, sekaligus memperkuat dominasi mereka di segmen mobil premium. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang