Booth BMW dan MINI di IIMS 2025 Penjualan mobil premium di Indonesia pada kuartal pertama 2026 menunjukkan dinamika yang menarik. Dua merek asal Jerman, BMW dan Mercedes-Benz, mencatatkan capaian berbeda berdasarkan data retail sales atau distribusi dari diler ke konsumen yang dirilis Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia. Berdasarkan data Januari hingga Maret 2026 yang dilihat VIVA Otomotif Kamis 16 April 2026, BMW mencatatkan total penjualan sebanyak 644 unit. Angka tersebut berasal dari 186 unit pada Januari, meningkat menjadi 258 unit pada Februari, dan 200 unit pada Maret. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Sementara itu, Mercedes-Benz mencatatkan penjualan dari dua jenis kendaraan yang berbeda, yaitu mobil penumpang dan kendaraan komersial. Untuk mobil penumpang, penjualannya mencapai 242 unit sepanjang kuartal pertama 2026.Rinciannya, mobil penumpang Mercedes-Benz terjual 73 unit pada Januari, 100 unit pada Februari, dan 69 unit pada Maret. Angka ini menunjukkan volume yang lebih kecil dibandingkan BMW yang seluruh penjualannya berasal dari mobil penumpang.Di sisi lain, kendaraan komersial Mercedes-Benz mencatatkan penjualan sebanyak 252 unit selama periode yang sama. Kontribusi dari segmen ini menjadi salah satu penopang total penjualan merek tersebut.Jika digabungkan, total penjualan Mercedes-Benz mencapai 494 unit pada kuartal pertama 2026. Angka ini masih berada di bawah capaian BMW dalam periode yang sama.Perbedaan ini menunjukkan bahwa BMW memiliki kontribusi lebih besar dari sisi mobil penumpang. Sementara Mercedes-Benz mengandalkan kombinasi mobil penumpang dan kendaraan komersial.Jika dilihat dari tren bulanan, BMW mencatatkan kenaikan dari Januari ke Februari sebelum sedikit turun pada Maret. Pola yang relatif mirip juga terjadi pada Mercedes-Benz, meski dengan volume yang lebih kecil.Segmen mobil premium di Indonesia memang tidak sebesar pasar kendaraan mass market. Namun, kedua merek ini tetap memiliki basis konsumen tersendiri. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA BMW cenderung fokus pada lini mobil penumpang dengan berbagai pilihan model. Sementara Mercedes-Benz memiliki portofolio yang lebih luas dengan tambahan kendaraan komersial.Dengan kondisi tersebut, BMW unggul dari sisi volume penjualan pada kuartal pertama 2026. Namun, Mercedes-Benz tetap mempertahankan posisinya melalui strategi produk yang berbeda.