BMW Group baru saja mencatatkan torehan bersejarah dengan memproduksi mobil listrik murni (BEV) ke-2 juta unit. Menariknya, akselerasi pertumbuhan produksi pabrikan asal Bavaria ini tergolong sangat agresif jika melihat rekam jejaknya. Dikutip dari Carscoops.com, Rabu (6/5/2026), BMW membutuhkan waktu hampir 11 tahun sejak peluncuran hatchback i3 pada 2013 untuk mencapai angka satu juta unit pertama. Namun, hanya butuh waktu sekitar dua tahun bagi mereka untuk melipatgandakan jumlah tersebut hingga mencapai angka dua juta. Unit yang menjadi simbol pencapaian ini adalah sebuah BMW i5 M60 xDrive yang diproduksi di Jerman dan siap dikirim ke konsumen di Spanyol. Pemilihan destinasi ini bukan tanpa alasan, mengingat Benua Biru saat ini menjadi lokomotif utama permintaan kendaraan listrik. BMW Group berhasil memproduksi 2 juta unit mobil listrik Lonjakan penjualan BEV di Eropa tercatat mencapai 28 persen pada tahun 2025. Bahkan, saat ini satu dari setiap lima mobil yang terjual di Uni Eropa adalah mobil listrik. Untuk merespons tren ini, BMW menerapkan strategi produksi yang unik. BMW kini memproduksi mobil listrik di seluruh fasilitas pabriknya di Jerman. Mobil listrik dirakit di jalur produksi yang sama dengan mobil bermesin pembakaran internal. Strategi ini memungkinkan BMW tetap lincah merespons fluktuasi permintaan pasar yang dinamis. Meski berjaya di Eropa, performa BMW di wilayah lain menunjukkan anomali. Secara global, BMW mengirimkan 442.072 unit mobil listrik sepanjang 2025. Meski tumbuh, kecepatannya tidak sefantastis periode sebelumnya. BMW Group berhasil memproduksi 2 juta unit mobil listrik Pada pasar Amerika Serikat (AS), momentum listrik BMW justru mendingin. Penjualan BEV merosot 16,7 persen menjadi 42.484 unit pada 2025. Penurunan paling tajam terjadi di kuartal keempat yang anjlok hingga 45,5 persen, imbas dari penghapusan kredit pajak federal. Konsumen di AS kini lebih melirik model Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) yang penjualannya naik lebih dari 30 persen. Setali tiga uang, pasar Tiongkok juga memberikan tekanan dengan penurunan penjualan dua digit yang turut menghambat performa global perusahaan. BMW Group berhasil memproduksi 2 juta unit mobil listrik Menghadapi tantangan tersebut, BMW menyiapkan amunisi baru melalui lini Neue Klasse. Saat ini, iX3 terbaru sudah mulai menghuni showroom, disusul oleh i3 (seri 3 listrik) dan X5 listrik pertama yang dijadwalkan meluncur dalam waktu dekat. Bahkan, Rolls-Royce pun tengah menyiapkan SUV listrik murni. Lini produk baru ini diharapkan mampu menjaga tren positif registrasi EV BMW Group di tengah persaingan yang kian sengit. Namun, BMW harus waspada terhadap kompetitor senegaranya, Volkswagen (VW). VW melaporkan telah mencapai produksi EV ke-2 juta hanya dalam waktu 10 bulan setelah mencapai angka satu juta unit pertama. Dengan kehadiran ID.3 yang diperbarui dan segera meluncurnya ID. Polo, VW tampaknya masih memimpin dalam balapan volume produksi mobil listrik global. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang