Kehadiran merek-merek otomotif asal China seperti BYD, Chery, GWM, hingga Changan semakin memperketat persaingan di pasar mobil Indonesia. Dengan strategi harga yang agresif dan fitur berlimpah, merek-merek ini sukses menarik perhatian banyak konsumen. Namun, bagi BMW, hal tersebut bukan alasan untuk mengubah identitasnya sebagai merek premium. Presiden Direktur BMW Group Indonesia, Peter Sunny Medalla, menegaskan bahwa kehadiran merek China memang memberi warna baru di industri otomotif Tanah Air, namun BMW tetap berada di kelas yang berbeda. “Merek-merek asal China memang sangat agresif di Indonesia, dengan harga yang juga sangat kompetitif dan fitur yang melimpah. Jadi, memang ada beberapa pelanggan kami yang mencoba produk mereka,” ujar Sunny saat ditemui Kompas.com di Jakarta, belum lama ini. Meski demikian, ia menekankan bahwa BMW memiliki DNA dan positioning yang tidak bisa disamakan dengan merek-merek China. “Tapi di sisi lain, BMW bukan untuk semua orang. Kami adalah merek premium, dan akan terus memberikan eksklusivitas serta pengalaman premium bagi pelanggan kami yang juga memiliki karakter premium,” lanjutnya. BMW iX xDrive50 Sport Pasar otomotif Indonesia kini memang menyajikan berbagai pilihan menarik untuk konsumen, terutama dari merek Tiongkok. Namun, BMW justru melihat situasi ini sebagai kesempatan untuk mempertegas karakter merek dan memperluas layanan bagi segmen pelanggan yang mencari pengalaman berkendara khas brand Jerman tersebut. Dalam beberapa tahun terakhir, BMW juga memperkuat portofolio elektrifikasinya di Indonesia lewat seri i4, iX, dan i7, yang menawarkan performa tinggi dengan sentuhan mewah khas BMW. Langkah ini menjadi bukti bahwa meski persaingan semakin ketat, BMW tetap fokus pada inovasi premium. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.