Gelaran Indonesia International Motor Show (IIMS) yang berlangsung 5-15 Februari 2026 lalu mencatat lonjakan signifikan penjualan kendaraan listrik. Dari total transaksi Rp 8,7 triliun selama pameran, kontribusi mobil listrik mencapai 36 persen, angka yang jauh melampaui pangsa pasar mobil listrik nasional sepanjang 2025. Project Manager Dyandra Promosindo, Rudi MF, memaparkan bahwa komposisi transaksi tahun ini masih didominasi mobil. BYD Atto 1 di IIMS 2026 “Dari 8,7 triliun itu, komposisinya mirip tahun lalu. 14 persen itu motor, sisanya mobil. Jadi tetap dominan mobil, di atas 80 persen,” ujar Rudi, kepada Kompas.com (28/2/2026). “Industri pendukung atau aftermarket juga masuk di situ, tapi angkanya enggak besar walaupun naik secara rupiah sekitar 3 persen dibanding tahun lalu,” kata dia. Secara nominal, total transaksi IIMS 2026 naik sekitar Rp 700 miliar dibanding tahun sebelumnya. Angka Rp 8,7 triliun tersebut bahkan belum termasuk transaksi dari segmen boating (perahu/kapal). Changan Lumin ElectroRush Segmen ini diklaim mampu menyumbang lebih dari Rp 500 miliar saat bergulir, meski rekap resminya baru tersedia dua pekan setelah pameran berakhir. Rudi menambahkan, mayoritas pembeli pada pameran kemarin berasal dari segmen ritel, sejalan dengan karakter pameran yang berorientasi business-to-consumer (B2C). Momentum jelang Lebaran juga menjadi faktor pendorong, karena banyak konsumen membeli kendaraan untuk kebutuhan mudik. iCAR V23 dengan approach angle 43° dan departure angle 41°, memastikan kemampuan dalam melintasi berbagai medan menantang dengan penuh percaya diri Menariknya, dari total transaksi mobil yang mencapai lebih dari 80 persen nilai pameran, porsi kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) mencapai 36 persen. “Dari total transaksi mobil yang 80 persen dari 8,7 triliun itu, komposisinya 36 persen adalah EV (kendaraan listrik). Tahun lalu juga di angka 30-an persen. Di pameran Jakarta serapannya 36 persen, padahal kalau di market secara nasional mungkin paling 12 persen,” ucap Rudi. “Empat organizer dari luar negeri juga cek, seperti Thailand Motor Expo, mereka bilang di sana fenomena EV lebih luar biasa, penjualannya sudah di atas 40 persen karena infrastruktur mungkin sudah jadi,” ujarnya. Suasana pameran IIMS 2026 Artinya, nilai transaksi mobil listrik di IIMS 2026 kurang lebih sekitar Rp 2,5 triliun. Lonjakan kontribusi EV di IIMS 2026 menegaskan bahwa pameran otomotif menjadi katalis penting adopsi kendaraan listrik di Indonesia. Antusiasme konsumen di ajang ini menunjukkan bahwa minat terhadap mobil listrik sebenarnya cukup kuat. Tinggal menunggu kesiapan infrastruktur dan ekosistem agar penetrasinya di pasar nasional bisa menyamai, bahkan melampaui, capaian di pameran. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang