Mobil hybrid (HEV) memiliki karakter unit terkait sumber tenaganya. Mobil ini dibekali oleh mesin bakar dan motor listrik untuk mencapai efisiensi dan tenaga optimal. Bicara konsumsi bahan bakar minyak (BBM), maka konsumen bisa menyoroti bagaimana mobil hybrid bisa punya efisiensi yang lebih tinggi daripada mobil konvensional. Riski Permana, Marketing Planning & Customer Relation Dept Head Nasmoco Group mengatakan HEV tidak dibekali tombol untuk pengemudi memilih mau pakai motor listrik saja saat dioperasikan. “Dengan motor listrik saja yang bekerja, artinya BBM tidak berkurang, sementara jarak tempuhnya bertambah, sehingga bisa membuat mobil lebih irit, tapi di HEV sistem ini bekerja secara otomatis,” ucap Riski kepada KOMPAS.com, di Solo belum lama ini. Pengemudi bisa mengoptimalkan pemakaian motor listrik di HEV dengan cara berkendara eco driving, khususnya saat di dalam kota. Dengan melaju pelan di bawah 20 Km per jam, bila kondisi baterai cukup, maka motor listrik saja yang akan bekerja. “Kondisi tersebut sangat mendukung kebutuhan saat mobil melaju pelan di dalam kota yang macet, bila dibandingkan dengan mobil konvensional, selisih konsumsi BBM bisa cukup banyak,” ucap Riski. Mobil hybrid juga dibekali fitur self-charging, sehingga saat deselerasi gaya putar roda akan diubah menjadi daya listrik untuk disimpan ke baterai. Tampilan layar display (MID) New Veloz Hybrid Jayan Sentanuhady, Dosen Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada (UGM) mengatakan saat mobil dipakai stop and go, maka saat tarikan awal akan membutuhkan tenaga besar. “Membuat mobil bergerak dari posisi diam sampai melaju membutuhkan daya lebih besar, maka di kemacetan konsumsi BBM bisa lebih boros, terlebih lagi pengemudi suka main kickdown,” ucap Jayan kepada KOMPAS.com, Senin (12/1/2026). Agar konsumsi BBM tidak boros, maka pengemudi perlu menginjak pedal gas dengan lembut dan bertahap, begitu juga saat mengendarai mobil hybrid. “Dengan menginjak pedal gas perlahan dan lembut, maka mobil hybrid akan merespons dengan mengaktifkan motor listriknya saja, dan daya baterai cenderung lebih awet, sehingga mesin tak perlu hidup untuk mengecas baterai terlalu sering,” ucap Jayan. Jadi, karakter mobil hybrid sedemikian rupa akan membuat perjalanan dengan rute dalam kota, yang cenderung macet, menjadi lebih hemat BBM daripada mobil konvensional. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang