Mudik menggunakan mobil plug-in hybrid (PHEV) membutuhkan persiapan yang sedikit berbeda dibanding mobil bensin biasa. Meski tetap memiliki mesin bensin sebagai cadangan, pengemudi perlu memperhatikan beberapa hal agar perjalanan lebih efisien dan aman. Ada komponen tambahan yang juga perlu diperhatikan, seperti baterai yang sebaiknya diisi penuh sebelum berangkat. Jayan Sentanuhady, Dosen Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada (UGM) mengatakan pemudik sebaiknya mengisi daya hingga penuh, agar memungkinkan mobil berjalan lebih jauh menggunakan tenaga listrik di awal perjalanan. “Dengan baterai terisi penuh 90 - 100 persen, maka kerja mesin bensin akan jauh lebih ringan, bahkan pengemudi bisa memilih untuk mengaktifkan mode EV selama masih memungkinkan,” ucap Jayan kepada KOMPAS.com, Minggu (8/3/2026). Sebisa mungkin, pengguna PHEV memanfaatkan pengisian di rumah dengan tegangan rendah agar baterai tidak panas dan komponen lebih awet. “Selanjutnya, rencanakan titik pengisian listrik di sepanjang rute perjalanan. Beberapa rest area di jaringan Tol Trans-Jawa sudah dilengkapi stasiun pengisian kendaraan listrik,” ucap Jayan. Pastikan mesin bensin dan sistem hybrid dalam kondisi prima dengan melakukan perawatan rutin. Meski bisa berjalan dengan listrik, mesin tetap berperan penting saat baterai mulai berkurang atau saat menempuh perjalanan jauh. Toyota RAV4 GR Sport PHEV Periksa kondisi ban, rem, dan kaki-kaki mobil. Perjalanan jauh saat mudik membutuhkan kendaraan yang stabil dan nyaman. Perhatikan kapasitas bagasi dan muatan. Lepas L8 PHEV Beban berlebih dapat mengurangi efisiensi energi, baik dari baterai maupun bahan bakar. “Gunakan mode berkendara yang tepat, mode hybrid cenderung lebih efisien untuk perjalanan jauh karena sistem akan mengatur penggunaan listrik dan bensin secara otomatis sesuai kebutuhan,” ucap Jayan. Pengguna PHEV tetap perlu mengisi bahan bakar yang cukup. Salah satu keunggulan mobil PHEV adalah tetap bisa berjalan seperti mobil biasa jika baterai habis, sehingga perjalanan mudik tetap aman dan fleksibel. “Tak perlu memacu kendaraan dengan terlalu cepat dan agresif demi efisiensi dan keselamatan bersama, pasalnya PHEV memiliki karakter torsi instan seperti mobil listrik (BEV),” ucap Jayan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang