JAKARTA, Kompas.com — Minat membeli mobil bekas dengan cara kredit masih cukup besar, termasuk untuk unit tahun tua. Harga yang lebih terjangkau menjadi alasan utama, namun ada sejumlah hal yang perlu dipahami karena tidak semua perusahaan pembiayaan atau leasing bersedia membiayai mobil dengan usia terlalu tua. Kebijakan Leasing Pasar mobil bekas diklaim lesu pada 2025 Andi, pemilik showroom mobil bekas Jordy Motor di MGK Kemayoran, Jakarta, mengatakan kebijakan setiap leasing berbeda-beda. Umumnya, mereka sudah membatasi pembiayaan berdasarkan tahun produksi mobil. "Nah, itu tergantung bujet kalau tahun, karena pembiayaan leasing seperti BCA dan Niaga mereka sudah mulai nih (tahun) 2015 ke atas yang dibiayai. BCA, Niaga 10 tahun (2015), kecuali ACC, Oto nah bisa, sampai 2010 masih bisa," kata Andi kepada Kompas.com, belum lama ini. Artinya, calon pembeli harus realistis. Mobil bekas di Bathara Motor Solo Semakin tua tahun mobil, semakin terbatas pilihan leasing yang mau menanggung pembiayaan. Selain itu, biasanya tenor kredit juga lebih pendek dan uang muka bisa lebih besar dibandingkan pembelian mobil yang usianya lebih muda. "Begitu, makanya kalau mereka mau tahun lebih tua ya tinggal lihat pembiayaannya dan lihat bujet. Kalau di kredit ya lihat dilihat masuknya ke mana," kata Andi. Model Populer Masih Dilirik Toyota Avanza tipe G bekas Golden Bird dilego Rp 152 juta Rama, pemilik showroom Rama Dagang Mobil, di Rempoa, Tangerang Selatan, mengatakan leasing biasa masih mau membiayai mobil tahun tua jika model tersebut populer, banyak dipakai, dan memiliki pasar yang kuat. "Sama seperti (Toyota) Avanza dan (Daihatsu) Xenia masih laku walaupun itu tahun-tahun tua. Tapi tetap lihat kondisi, seperti 2011, pasarnya masih jalan dan masih ada," ujar Rama. Rama menjelaskan bahwa saat ini mayoritas perusahaan pembiayaan umumnya membatasi pembiayaan mobil bekas hingga tahun produksi 2013. "Leasing biasanya maksimal tahun 2013, tapi beberapa model masih banyak yang mau mencairkan (dana). Karena perputaran unitnya cepat dan harganya stabil," katanya. "Kalau mobil sudah di atas 10 tahun, harganya bisa dibilang sudah mentok, jadi buat pedagang malah enak. Enggak ada penyusutan lagi," jelasnya. Dengan kata lain, mobil yang punya nama besar, suku cadang melimpah, nilai jual kembali stabil, dan komunitas pengguna kuat, masih memiliki peluang besar untuk dikreditkan meski usianya tidak muda lagi. Namun pembeli tetap perlu berhitung. Selain memastikan kondisi mobil layak, juga harus mengecek reputasi leasing, besaran bunga, tenor, serta total cicilan yang harus dibayar. Jangan sampai tergiur harga unit yang murah, namun ke depan biaya kredit justru membengkak. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang