JAKARTA, KOMPAS.com - Ajang balap Reli Dakar merupakan ajang reli tertinggi yang banyak diimpikan oleh orang. Menariknya, ajang balap ini tidak harus diikuti oleh pebalap profesional. Salah satu peserta Reli Dakar 2026 adalah pereli nasional Julian Johan. Julian Johan bersama timnya latihan di Gurun Sahara jelang Rally Dakar 2026 Namun, pria yang akrab disapa Jeje ini memang pebalap profesional. Jeje mengatakan, Reli Dakar cukup berbeda dibandingkan kejuaraan balap lain pada umumnya. Jika pada ajang balap lain pesertanya hanya puluhan, untuk Reli Dakar bisa mencapai ratusan kendaraan. Julian Johan (JEJE) "Kalau di Dakar itu pesertanya bisa 500, bukan 500 ratus orang, tapi 500 kendaraan. Itu terbagi atas motor, misalnya 100 atau 200 motor. Kelas mobil, terus ada kelas yang UTV, seperti Polaris, dan terakhir kelas truk," ujar Jeje, kepada wartawan, saat ditemui di Jakarta, belum lama ini. "Lima ratus kendaraan semuanya itu gabungan antara pabrikan dan privateer. Tapi, privateer-nya jauh lebih banyak, karena kalau pabrikannya itu 10 persen, yang privateer sisanya," kata Jeje. Jeje mengatakan, Reli Dakar berbeda dengan ajang balap lain. Julian Johan (JEJE) Menurutnya, ajang balap ini seperti daftar tertinggi buat banyak orang untuk bisa ikut. "Memang untuk ikut Dakar, kita enggak harus tergabung dalam tim pabrikan, privateer tuh bisa banget, asal ada uangnya. Jadi, ibaratnya tuh Dakar kayak pengalaman sekali seumur hidup yang banyak orang ingin coba capai," ujar Jeje. "Makanya, banyak pesertanya yang bahkan bukan pebalap. Ada saja yang misalnya dia pensiunan, orang dari Eropa misalnya, dia punya uang terus ingin mencari satu tantangan yang seumur hidup nih minimal sekali dia coba. Salah satunya adalah ikutan Dakar," kata Jeje. Jeje mengatakan, semua bisa ikut tanpa ada persyaratan yang spesifik atau yang rumit. Biasanya, pada ajang balap yang lain, misalnya MotoGP, harus ada jenjangnya dulu yang harus dilewati. "Kalau yang motor memang ada, jadi kita tidak bisa sembarangan tidak punya background naik motor terus daftar. Kalau yang motor enggak bisa, motor tetap harus sudah ada background ikutan kejuaraan jenis tersebut. Ini kan dibilangnya Rally Raid atau Rally Cross Country, kita harus sudah pernah ikut Rally Raid di regional kita masing-masing," ujarnya. Jeje menambahkan, jika peserta dari Indonesia, maka orang tersebut harus sudah pernah mengikuti Asia Cross Country Rally (AXCR). Tidak harus menang, tapi setidaknya sudah pernah finis atau menyelesaikan AXCR. "Tapi kalau yang mobil, kita ada dana saja tuh sudah bisa ikut, sekalipun kita enggak ada background pebalap reli," ujar Jeje. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang