JAKARTA, KOMPAS.com – Pereli Indonesia Julian Johan tengah menjalani masa persiapan menuju ajang Rally Dakar 2026 dengan perasaan campur aduk. degan tak bisa dihindari jelang debutnya di reli paling ekstrem di dunia tersebut, meski ia berupaya tetap tenang dan fokus pada tujuan utama. Jeje, sapaan akrabnya, mengaku berada di titik ini masih terasa sulit dipercaya. Apalagi, pada Rally Dakar 2023 lalu ia hanya datang sebagai penonton. Pengalaman menyaksikan langsung kerasnya medan Dakar justru menjadi pemantik kuat untuk mewujudkan mimpinya tampil sebagai peserta. Julian Johan bersama timnya latihan di Gurun Sahara jelang Rally Dakar 2026 Menjelang keberangkatan, Jeje merasakan kombinasi antara gugup dan euforia. Namun, ia menegaskan tidak ingin membebani diri dengan tekanan berlebihan, mengingat Rally Dakar merupakan pengalaman baru yang benar-benar ia jalani dari nol. “Masih sulit dipercaya akhirnya bisa berada di kejuaraan ini sebagai peserta. Rasa gugup itu bercampur dengan euforia, tapi saya tidak punya pressure karena merasa pengalamannya benar-benar dimulai dari nol,” ujar Jeje kepada Kompas.com, Jumat (2/1/2026). Dalam debutnya ini, Jeje memilih memasang target yang realistis. Ia lebih menekankan konsistensi dan keselamatan dibandingkan mengejar hasil akhir. Fokus utamanya adalah menyelesaikan setiap etape tanpa kendala berarti. “Saya hanya berusaha bisa menyelesaikan setiap hari etape dengan lancar dan sampai ke finis. Target saya sampai tanggal 17 Januari nanti bisa menuntaskan sekitar 8.000 kilometer dalam kondisi fisik yang sehat,” katanya. Jeje juga menegaskan tidak menjadikan target juara sebagai beban. Menurutnya, Rally Dakar adalah tentang ketahanan, adaptasi, dan kemampuan bertahan menghadapi medan ekstrem selama berhari-hari. “Kalau untuk jadi juara, itu jauh dari yang saya pikirkan. Saya hanya fokus untuk menyelesaikan petualangan ini,” ucapnya. Jeje berharap dapat menikmati setiap proses di Rally Dakar 2026 sekaligus membawa nama Indonesia kembali hadir di ajang reli legendaris tersebut. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang