Mobil untuk ujian SIM diberi penyekat, di Unit SIM Daan Mogot, Jakbar. Ujian praktik menjadi momok bagi banyak calon pengemudi yang ingin memiliki Surat Izin Mengemudi atau SIM A. Tidak sedikit peserta yang harus mengulang karena gagal di tahap ini, meski sudah memahami teori berkendara dengan baik. Kondisi tersebut membuat banyak orang memilih mengikuti kursus mengemudi sebelum mendaftar ujian. Pasalnya, kemampuan teknis di balik kemudi menjadi faktor utama yang menentukan lulus atau tidaknya dalam ujian praktik SIM A. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Secara umum, ujian praktik SIM A dirancang untuk menguji keterampilan dasar hingga lanjutan dalam mengendalikan mobil. Mulai dari kemampuan menjaga keseimbangan kendaraan, membaca situasi, hingga melakukan manuver dalam ruang terbatas.Untuk SIM A perseorangan, peserta biasanya menggunakan mobil manual dengan tantangan tambahan menjaga mesin agar tidak mati lebih dari batas yang ditentukan. Hal ini membuat koordinasi antara kopling, gas, dan rem menjadi kunci utama selama ujian berlangsung.Dikutip VIVA Otomotif dari laman Daihatsu, Sabtu 4 April 2026, materi pertama yang diujikan adalah menyetir lurus, baik maju maupun mundur. Meski terlihat sederhana, banyak peserta justru gagal karena kurang mampu menjaga arah kendaraan tetap stabil.Selanjutnya ada ujian zig-zag yang menguji kemampuan manuver. Pada tahap ini, pengemudi dituntut mengendalikan setir dengan presisi tanpa menyentuh pembatas yang telah ditentukan.Ujian berikutnya adalah parkir seri, termasuk dalam posisi mundur. Tantangan ini mengharuskan pengemudi memahami dimensi kendaraan sekaligus menjaga kontrol agar mobil tetap berada dalam jalur yang benar.Tidak kalah menantang adalah parkir paralel yang kerap menjadi momok. Penggunaan spion dan feeling jarak sangat diperlukan agar mobil tidak menyentuh garis batas saat diparkir.Tahap selanjutnya adalah berhenti dan berjalan di tanjakan tanpa mundur. Di sinilah kemampuan memainkan kopling dan rem benar-benar diuji agar mobil tetap stabil dan tidak mati mesin.Selain ujian di lapangan, terdapat juga simulasi khusus untuk SIM A umum. Pada tahap ini, peserta diuji melalui sistem simulator dengan berbagai kondisi lalu lintas yang menyerupai situasi nyata di jalan. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Materi yang diuji meliputi reaksi terhadap lampu lalu lintas, kemampuan membaca rambu, hingga menjaga konsentrasi dalam mengendalikan setir. Semua aspek ini dirancang untuk memastikan pengemudi siap menghadapi kondisi jalan yang dinamis.Puncaknya adalah ujian kombinasi yang menggabungkan seluruh kemampuan tersebut dalam satu rangkaian. Di sinilah konsistensi dan ketenangan menjadi faktor penentu agar peserta bisa menyelesaikan ujian tanpa kesalahan fatal.