— Peristiwa pohon tumbang timpa pengendara akibat hujan deras atau angin kencang kerap terjadi, terutama saat memasuki musim hujan dengan intensitas cuaca yang tidak menentu. Meski kerap dianggap sebagai musibah atau sekadar faktor apes, sebenarnya ada sejumlah langkah yang bisa dilakukan pengendara untuk mengurangi risiko tertimpa pohon tumbang. Pendiri sekaligus Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, mengatakan, risiko tersebut dapat diminimalkan bila pengendara mampu membaca kondisi sekitar. 11.08 Proses evakuasi Pohon tumbang oleh dinas terkait diSekitar Bundaran Senayan tepatnya depan Deplu arah Semanggi, agar pengendara tetap berhati-hati bila melintas. pic.twitter.com/pNAMZp5vME — TMC Polda Metro Jaya (@TMCPoldaMetro) November 20, 2025 “Pohon tumbang sebenarnya bisa dihindari. Antisipasinya antara lain dengan merencanakan perjalanan lebih dulu, melihat ramalan cuaca,” kata Jusri kepada Kompas.com, Kamis (20/11/2025). “Kalau bisa ditunda, tunda saja, atau pilih rute yang tidak banyak pohonnya atau objek besar seperti billboard. Saat macet, jangan berhenti tepat di bawah objek-objek itu. Lebih baik sedikit mundur atau maju supaya posisi mobil lebih aman kalau terjadi sesuatu,” ujarnya. Menurut Jusri, pengemudi juga perlu mengurangi kecepatan ketika melintas di kawasan yang memiliki banyak pohon rindang. Dengan laju kendaraan yang lebih pelan, pengemudi memiliki waktu untuk mengamati kondisi dan mengantisipasi potensi bahaya. Pohon tumbang timpa mobil di dekat Bundaran Senayan, Kamis (20/11/2025). “Bahkan di daerah perbatasan kota atau kabupaten, perlu juga mewaspadai pohon berakar besar. Pohon bisa tumbang ke arah berlawanan, sementara akarnya mengarah ke kita,” ujar Jusri. Jusri menambahkan, kewaspadaan juga perlu diperluas ke tiang utilitas yang banyak berdiri di pinggir jalan. “Antisipasi juga tiang-tiang, apalagi sekarang hampir setiap minggu ada kejadian tiang tumbang. Perhatikan arah angin dan cari tempat yang benar-benar aman,” katanya. “Kecelakaan seperti ini tidak akan terjadi kalau kita mengemudi dengan cermat, jangan asal menggelinding saja. Intinya, mengemudi itu harus pintar dan cermat,” ujar Jusri. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.