Kaca mobil berembun ketika hujan menjadi salah satu masalah yang sering dialami pengemudi karena dapat mengganggu visibilitas dan meningkatkan risiko kecelakaan. Jika tidak ditangani dengan benar, embun di kaca depan maupun samping dapat membuat pandangan pengemudi terbatas dan mengurangi kenyamanan berkendara. Dewa, pemilik bengkel AC Mobil Jogja mengatakan, embun di kaca mobil ada dua jenis yakni di bagian dalam kaca dan di luar kaca. “Embun muncul akibat kondensasi karena terjadi beda suhu udara luar dan dalam, ketika suhu di dalam lebih hangat maka kaca bagian dalam akan berembun, begitu juga sebaliknya,” ucap Dewa kepada Kompas.com, belum lama ini. Dewa mengatakan, bila embun terdapat di dalam, maka pengemudi perlu menurunkan suhu kabin agar lebih dingin. Ilustrasi kaca mobil berembun “Ketika turun hujan penumpang cenderung lebih merasa dingin, sehingga AC disetel agak hangat, ini bisa bikin kaca berembun,” ucap Dewa. Menurut Dewa, embun di kaca bagian dalam bisa juga disebabkan oleh menurunnya performa AC. Bila udara yang berembus tidak sejuk optimal, padahal setelan sudah dingin, maka bisa jadi performa AC sudah menurun dan perlu dibawa ke bengkel. Ada juga embun yang menempel di kaca luar, yang artinya udara di dalam kabin lebih dingin daripada di luar. “Bila embun tersebut berada di kaca depan, pengemudi bisa menyalakan wiper, kalau di samping, penumpang bisa mengarahkan embusan AC ke area selain kaca,” ucap Dewa. Sementara itu dikutip dari unggahan akun Instagram resmi Badan Pengatur Jalan Tol, Minggu (18/1/2026), ada tiga penyebab kaca mobil bisa berembun. Ilustrasi berkendara saat hujan 1. Perbedaan suhu kondensasi kaca Terjadi karena perbedaan suhu antar bagian dalam dan luar mobil yang memicu kondensasi di permukaan kaca. 2. Udara lembap kabin dari napas dan pakaian basah Udara di dalam kabin biasanya lebih hangat dan lembap karena napas penumpang, pakaian basah, dan sirkulasi udara yang kurang baik. 3. Kaca kotor mudah tangkap uap air Kaca mobil yang kotor (berminyak dan berdebu) lebih mudah menangkap uap air sehingga embun lebih cepat terbentuk. Kemudian, dalam unggahan tersebut juga disebutkan bahwa untuk mencegah kaca mobil berembun, ada tiga tips yang bisa dilakukan: 1. Nyatakan AC mobil dan atur arah hembusan ke kaca depan (mode defrost) sambil menyesuaikan suhu agar tidak terlalu hangat. Pengaturan sirkulasi udara yang tepat membantu mengurangi kelembapan di dalam kabin, sehingga embun pada kaca dapat hilang dalam 1-2 menit. 2. Tekan tombol defogger (biasanya di dashboard), ikon kipas melengkung untuk kaca belakang dan samping. Fitur ini memanaskan kaca dengan elemen panas hingga embun menguap. Cocok untuk embun tebal di kaca belakang saat hujan deras. 3. Ambil sedikit shampoo cair (tanpa dicampur air), oleskan merata di kaca bagian dalam menggunakan kain lembut atau jari, lalu lap serah dengan kain sintetis lembap hingga mengkilap. Shampoo membentuk lapisan anti-embun sementara yang bertahan beberapa jam bahkan tanpa AC. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang