Mobil matik banyak digunakan oleh masyarakat karena lebih mudah dan praktis untuk dioperasikan. Dengan sistem otomatis tersebut, percepatan bisa berubah berdasarkan kebutuhan sehingga diharapkan lebih efisien. Tapi, mobil matik justru bisa lebih boros bahan bakar minyak (BBM) karena sejumlah penyebab, seperti faktor performa dan kesalahan pengemudi. Lantas, saja penyebab mobil matik jadi boros BBM? Imun, pemilik bengkel Spesialis Ford Trucuk Klaten mengatakan mobil matik yang boros BBM sering disebabkan oleh kebiasaan mengemudi yang kurang tepat dan perawatan mobil terabaikan. “Akselerasi mendadak dan sering menginjak pedal gas dalam membuat mesin bekerja lebih keras dari seharusnya, selain itu juga ada penurunan performa mesin atau transmisi,” ucap Imun kepada KOMPAS.com, Minggu (1/3/2026). Selain akselerasi agresif, kebiasaan mengerem secara tiba-tiba juga berpengaruh. Pola berkendara stop and go membuat transmisi otomatis terus menyesuaikan rasio gigi, sehingga konsumsi BBM meningkat. “Tekanan udara ban yang kurang sering dianggap sepele. Padahal ban kempis menambah hambatan gulir dan memaksa mesin mengeluarkan tenaga ekstra untuk mempertahankan kecepatan, sesuikan tekanan dengan muatannya,” ucap Imun. Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Lakukan Optimalisasi Distribusi BBM di Wilayah Sintang dan Sekitarnya. Filter udara yang kotor juga menjadi penyebab umum. Ketika suplai udara terhambat, proses pembakaran tidak berlangsung optimal dan bahan bakar terpakai lebih banyak. Kondisi busi yang sudah aus dapat membuat percikan api melemah. Akibatnya pembakaran tidak sempurna dan efisiensi mesin menurun, yang berujung pada pemborosan BBM. Oli mesin yang sudah lama tidak diganti meningkatkan gesekan antar komponen. Mesin pun bekerja lebih berat, sehingga membutuhkan lebih banyak bahan bakar. Ilustrasi servis transmisi dual clutch “Hal serupa berlaku pada oli transmisi matik. Jika kualitasnya menurun, perpindahan tenaga tidak efisien dan beban mesin bertambah,” ucap Imun. Rem yang seret sering tidak disadari pengemudi. Ketika roda tertahan membuat mobil seperti ditarik ke belakang, sehingga konsumsi bahan bakar meningkat. Penggunaan AC yang bermasalah atau terlalu berat juga berpengaruh. Kompresor AC yang bekerja keras akan membebani mesin dan membuat BBM lebih cepat habis. Kerusakan sensor mesin, seperti sensor oksigen atau aliran udara, dapat mengacaukan perhitungan campuran bahan bakar. Mesin pun menyemprotkan bensin lebih banyak dari yang dibutuhkan. Tune up mobil. “Maka dari itu penting melakukan perawatan mobil secara berkala, atau sebelum dipakai untuk perjalanan jauh, dengan demikian semua sistem dipastikan bekerja optimal,” ucap Imun. Beban kendaraan yang berlebihan turut memperparah kondisi. Semakin berat muatan, semakin besar tenaga yang diperlukan untuk menggerakkan mobil. Kondisi jalan yang macet juga membuat mobil matik lebih boros. Frekuensi berhenti dan berjalan kembali memaksa mesin terus bekerja tanpa sempat mencapai efisiensi optimal. “Khusus saat macet atau jalan di perkotaan, pengemudi sebaiknya tidak berhenti dengan membiarkan posisi tuas transmisi tetap di D, itu akan membebani mesin,” ucap Imun. Jadi, penyebab mobil matik jadi boros BBM bisa sangat kompleks. Untuk mengantisipasinya, konsumen bisa mengembalikan performa mobil dengan melakukan perawatan ke bengkel langganan dan memperbaiki cara berkendara. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang