Borosnya konsumsi bahan bakar minyak (BBM) pada motor matik kerap membuat pengendara mengeluarkan biaya bahan bakar lebih besar dari biasanya. Ada berbagai faktor yang sering tidak disadari oleh pemilik kendaraan, namun dapat memengaruhi tingkat efisiensi penggunaan BBM pada motor matik. Mulai dari cara berkendara, kondisi komponen motor, hingga faktor lingkungan seperti kondisi jalan dan kualitas bahan bakar dapat berperan dalam menentukan seberapa hemat atau boros konsumsi BBM kendaraan. Victor Assani, 2W Service Head PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), mengatakan, konsumsi BBM bisa boros karena tiga faktor. Komparasi Honda BeAT Street vs Suzuki Nex Crossover "Faktor pemicu motor boros BBM yang dominan di antaranya adalah dari manusia (pengendara), motor (komponen), dan lingkungan," kata Victor kepada Kompas.com, belum lama ini. Faktor manusia juga berperan besar dalam menentukan konsumsi BBM kendaraan. Cara berkendara seperti memainkan gas, frekuensi pengereman, hingga beban yang dibawa pengendara dapat memengaruhi tingkat penggunaan bahan bakar secara langsung. Semakin agresif gaya berkendara, biasanya konsumsi BBM juga akan semakin boros. "Jadi semakin berat bobot kendaraan, semakin ekstrem memainkan throttle termasuk intensitas pengereman yang semakin sering, maka dapat dipastikan BBM akan semakin boros. Ubahlah gaya berkendara kalau masih seperti itu," kata Victor. Komponen motor yang sudah mulai haus sering kali tidak disadari oleh pengendara. Kondisi ini membuat mesin membutuhkan putaran gas lebih besar agar motor tetap bisa bekerja optimal, sehingga konsumsi BBM pun menjadi lebih boros. "Termasuk penggunaan busi yang tidak layak, karena biasanya orang kita (Indonesia) jarang mengganti busi kalau tidak ada masalah fatal, padahal anjurannya busi diganti setiap 8.000 km karena ini akan mengakibatkan mesin melakukan usaha lebih kuat," kata Victor. Faktor eksternal atau kondisi lingkungan juga dapat memengaruhi konsumsi BBM kendaraan. Mulai dari kondisi jalan, kualitas udara, jenis bahan bakar yang digunakan, hingga kualitas oli mesin dapat berdampak pada tingkat efisiensi bahan bakar mobil. "Paling praktis untuk mencegah motor lebih boros adalah melakukan kunjungan perawatan secara berkala di bengkel-bengkel resmi, karena dengan ini kondisi dan performa kendaraan akan selalu terpantau," kata Victor. Dengan kondisi kendaraan yang terawat dan cara berkendara yang tepat, konsumsi BBM motor matik dapat tetap efisien dan tidak mudah menjadi boros. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang