Ketertarikan pada mobil kadang datang bukan dari rencana matang atau hasil perbandingan panjang. Bagi Claudia Clara, keputusan membeli Kia Sonet justru berawal dari hal yang sederhana, karena sering melihatnya muncul di iklan YouTube. Lala sapaan akrabnya, pemilik Kia Sonet 2021 tipe Dynamic, mengaku langsung jatuh hati sejak pertama kali melihat mobil tersebut wara-wiri di layar ponselnya. “Jadi ini mobil muncul terus di iklan YouTube. Langsung naksir, tanpa ada pilihan lain, maksudnya saya tidak membandingkan. Terus test drive dan memang saya, suami, dan keluarga langsung suka,” ujar Claudia kepada Kompas.com, Senin (12/1/2026). Selain faktor desain, ia juga mempertimbangkan soal harga dan diferensiasi merek. Menurutnya, Kia masih tergolong jarang digunakan dibandingkan merek Jepang yang lebih dominan di jalanan. “Karena jarang juga orang pakai Kia. Terus harganya juga masih oke,” kata dia. Setelah hampir lima tahun menggunakan Sonet sebagai kendaraan harian, Lala merasakan beberapa kelebihan yang cukup menonjol. Salah satunya adalah karakter mesin yang responsif. “Secara performa tarikannya oke. Kadang mobil kalau digas itu kan ada yang butuh waktu, kayak jeda untuk meluncur, ini akselerasinya instan,” ucapnya. Kia Sonet Resmi meluncur di Indonesia Untuk penggunaan sehari-hari, ia mengaku lebih sering mengandalkan mode berkendara ECO karena dinilai sudah mencukupi, baik untuk perjalanan dalam kota maupun luar kota. “Sehari-hari saya selalu pakai ECO, karena sudah cukup, buat di dalam kota dan luar kota,” katanya. Dari sisi fitur, Sonet juga dinilai tidak pelit. Konektivitas Apple CarPlay, pengisian daya nirkabel, hingga kabin yang relatif kedap menjadi nilai tambah tersendiri. “Fiturnya juga sudah banyak yang menunjang, bisa connect Apple CarPlay, wireless charging, mobilnya juga cukup kedap. Dipakai di tol juga handling-nya enak, setirnya mantap,” ujar Lala. Namun, di balik kelebihannya, Lala tidak menutup mata terhadap sejumlah kekurangan. Salah satu yang paling terasa adalah soal ruang kabin, terutama di baris kedua. “Untuk kekurangan, kabinnya sempit. Di bagian belakang itu leg room-nya sempit banget, walaupun jok depannya dalam keadaan standar tidak terlalu mundur. Buat ukuran tinggi 160 cm ke atas itu sempit,” katanya. Test Drive Kia Sonet Premiere iVT Keluhan juga datang dari jok depan, khususnya pada bagian sandaran punggung. “Untuk jok depan bagian punggungnya juga tidak enak, terlalu 'mendelep' bahasannya. Jadi bagian punggung itu harus ditopang pakai bantal tambahan, biar tidak pegal,” ucap Lala. Akses keluar-masuk penumpang belakang pun dinilai kurang ramah, terutama untuk orang tua. “Untuk pintu belakang, saat kita buka pas mau keluar itu tidak begitu luas, karena ada lengkungan ban (overfender) yang cukup besar. Pengalaman saya membawa almarhuma orang tua, aksesnya terbatas dan tidak leluasa,” ujarnya. Satu catatan lain yang cukup mengganjal adalah soal konsumsi bahan bakar. Claudia menilai Sonet relatif lebih boros jika dibandingkan mobil MPV yang juga ia miliki, meski sama-sama bermesin 1.500 cc. “Menurut saya mobil ini juga cukup boros jika dibandingkan mobil saya yang satu lagi MPV, dengan mesin yang sama 1,5 L. Konsumsi BBM Sonet 9 km per liter," kata Lala. Review KIA Sonet ke luar kota. LSUV terbaru ini menawarkan beragam fitur yang bersaing di kelasnya Sedangkan untuk MPV yang ia miliki, konsumsi BBM-nya tercatat tembus 12 km per liter sampai 15 km per liter. Secara keseluruhan, Kia Sonet tetap menawarkan pengalaman berkendara yang menyenangkan, terutama dari sisi performa, fitur, dan rasa berkendara, meski harus dibayar dengan ruang kabin yang terbatas dan konsumsi bahan bakar yang tidak terlalu irit. KesimpulanPlus : Akselerasi instan, fitur modern.Minus : Kabin sempit, boros, jok pegal, akses keluar masuk baris kedua terbatas. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang