Biaya kepemilikan menjadi salah satu pertimbangan utama konsumen sebelum memutuskan membeli mobil, termasuk di segmen SUV kompak. Kia Sonet, yang dipasarkan sebagai model entry level dari pabrikan asal Korea Selatan itu, tak luput dari sorotan soal ongkos perawatan hingga konsumsi bahan bakar. Salah satu pengguna Kia Sonet lansiran 2021 bernama Clara menilai biaya kepemilikan mobil tersebut memang tidak bisa dibilang terjangkau, terutama dalam konsumsi bahan bakar. "Menurut saya konsumsi bahan bakarnya cukup boros, sekitar 9 km per liter. Karena saya juga punya MPV dengan mesin yang sama tapi tidak seboros itu," kata wanita yang akrab disapa Lala kepada Kompas.com, Senin (13/1/2026). Lala mengatakan, mobil tersebut digunakan hampir setiap hari untuk mobilitas ke kantor dengan rute Bogor-Cawang, sekitar 40 Km. "Biasanya isi Pertalite Rp 350.000, untuk pulang pergi satu minggu," kata Lala. Test drive Kia Sonet 7-Seater Dari sisi pajak, biaya Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) Kia Sonet milik Lala Rp 3.877.100 per tahun. Angka ini menjadi salah satu komponen tetap yang wajib diperhitungkan setiap tahunnya. Selama periode kepemilikan, Lala mengaku rutin melakukan perawatan setiap 6 bulan sekali dengan biaya sekitar Rp 2,7 juta. Meliputi penggantian oli, filter oli, filter udara, cek pengereman dan lain sebagainya. "Rutin setiap 6 bulan sekali, biasanya sekitar Rp 2,8 juta," kata Lala. Artinya, Lala perlu mengeluarkan biaya sekitar Rp 26.277.100 per tahun untuk biaya BBM, pajak dan servis. Apabila dibagi per bulannya, maka Lala harus menyiapkan dana Rp 2.189.758. Sedangkan jika dibagi per hari, maka Lala harus menyisihkan Rp 72.991. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang