Kondisi cuaca buruk yang disertai hujan deras kerap memicu banjir di berbagai ruas jalan. Dampaknya, kemacetan pun sulit dihindari, terutama pada jam pulang kerja. Dalam situasi seperti ini, pengendara sering dihadapkan pada pilihan sulit antara bertahan di jalan atau mencari alternatif lain untuk sampai ke rumah. Menanggapi kondisi tersebut, Sony Susmana, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), mengatakan, jika melihat cuaca sudah buruk dan banjir di mana-mana, maka pasti kemacetan juga akan terjadi. Oleh karena itu, menurutnya, pengendara perlu menyiapkan strategi sejak awal agar tidak terjebak stres di perjalanan. Sony menjelaskan, ada beberapa opsi yang bisa dipertimbangkan oleh pengendara ketika menghadapi situasi seperti ini. Kemacetan di sekitar ruas Jalan Cakung Cilincing Raya membuat kendaraan sempat tidak bergerak, Jakarta Utara, Kamis (8/1/2026) "Ada dua pilihan. Pertama, tunggu agak malam pulangnya, cari aktivitas di seputaran kantor," ujar Sony, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini. Opsi tersebut dinilai lebih aman karena memberi waktu bagi air untuk surut dan arus lalu lintas berkurang. Namun, tidak semua orang memiliki fleksibilitas waktu untuk menunda perjalanan pulang, sehingga pilihan lain kerap diambil. "Kedua, masuk ke jalur macet, cari destinasi terdekat untuk menghabiskan waktu atau siapkan makanan ringan di mobil," kata Sony. Kemacetan di Jalan Gatot Subroto usai hujan mengguyur wilayah Jakarta pada Selasa (18/11/2025) sore Dia mengakui, pilihan kedua justru memiliki risiko lebih besar, terutama dari sisi kelelahan dan kondisi psikologis pengemudi. Meski demikian, banyak pengendara tetap memilihnya karena dianggap dapat memangkas waktu tempuh dibandingkan menunggu terlalu lama. Sony menambahkan, itu yang paling berisiko, tapi faktanya banyak yang mengambil alternatif tersebut, karena menghemat waktu tempuh. Menurutnya, mau bagaimana pun, capeknya akan sama saja. Selain itu, belum tentu juga jika pulangnya ditunda lebih malam, kondisi lalu lintas jadi tidak macet. Situasi kemacetan parah di ruas Jalan Outer Ring Road (JORR), Jakarta Barat arah Kembangan menuju Cengkareng, Jumat (31/10/2025) Lebih lanjut, Sony juga mengingatkan agar pengendara tidak tergoda mengambil jalur alternatif yang belum tentu aman. Ia menyarankan untuk tetap berada di jalur utama meski terlihat padat. "Tetap gunakan lajur yang umum saja, karena jalan-jalan tikus yang kita anggap lebih lancar justru bisa lebih macet. Sebab, ternyata ada 1.000 pengemudi yang berpikir untuk memilih lajur itu," ujarnya. Sony menekankan pentingnya bersikap realistis dan sabar saat menghadapi kemacetan akibat banjir. Perencanaan, ketenangan, dan memilih jalur yang tepat menjadi kunci agar perjalanan tetap aman meski kondisi jalan jauh dari ideal. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang