Bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera dalam beberapa hari terakhir mengganggu konektivitas antar daerah. Banjir dan tanah longsor ini memicu kerusakan di berbagai ruas jalan non-tol, sehingga menghambat mobilitas warga serta distribusi logistik di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat. Kondisi ini menimbulkan tantangan bagi penanganan darurat dan proses evakuasi, mengingat beberapa akses utama mengalami putus total maupun penutupan sementara. Foto udara longsor menimpa jalan di wilayah Mega Mendung, Lembah Anai, Tanah Datar, Sumatera Barat, Sabtu (29/11/2025). Akses utama jalan nasional Padang-Bukittinggi itu putus total akibat banjir bandang dan longsor pada Kamis (27/11) sehingga pengguna jalan harus memutar jauh melalui Kabupaten Solok. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/tom. Dilansir dari, berikut daftar Jalan Non-Tol yang terdampak Banjir dan Longsor di Sumut, Sumbar dan Aceh: Sumatera Utara Batas Kabupaten Tapanuli Utara-Sipirok, terdapat tiga titik longsor di STA 08+200, 08+500, dan 15+800 Abutment Jembatan Aek Puli Lama di STA 37+400 pada Ruas Batas Kota Tarutung – Batas Kabupaten Tapsel Desa Aek Libung, Kecamatan Sayur Matinggi Ruas Barus–Batas Kota Sibolga Jalur Tarutung-Sibolga Aceh Ruas Kota Subulussalam-Batas Sumut, titik STA 11+100 dan STA 12+600 Ruas Keumala-Geumpang, titik STA 30+200 Ruas Bakongan dan Subulussalam Ruas Takengon-Nagan Raya Ruas Tapaktuan–Bakongan, titik STA 4+290 dan STA 6+700 Ruas Kota Kutacane-Batas Sumut Sumatera Barat Jalan Padang-Bukittingi Padang-Painan Padang-Pasaman Barat Bukittingi-Sumut Lubuk Selasih–Surian Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang