Hujan deras yang mengguyur hampir seluruh wilayah Jakarta dalam beberapa hari terakhir tak hanya memicu genangan di sejumlah ruas jalan utama, tetapi juga berdampak langsung pada kelancaran arus lalu lintas. Kondisi tersebut membuat banyak kendaraan mogok, terjebak banjir, hingga memicu kemacetan panjang di beberapa titik Ibu Kota. Menyikapi situasi itu, Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menginstruksikan seluruh jajaran Polisi Lalu Lintas untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Genangan di Jalan DI Panjiatan, Kamis (22/1/2026) Agus menegaskan bahwa peran polisi lalu lintas (Polantas) di tengah bencana banjir tidak sebatas mengatur kendaraan. Lebih dari itu, Polantas diminta turun langsung membantu warga yang mengalami kesulitan di jalan, terutama mereka yang kendaraannya mogok atau terjebak genangan air. "Saya minta seluruh jajaran terus hadir di titik-titik banjir. Tidak hanya mengatur lalu lintas, tapi bantu warga yang kendaraannya mogok atau terjebak,” ujar Agus, dalam keterangan tertulis, Jumat (23/1/2026). Pengendara saat melintas menerobos banjir yang menggenangi Jalan Pahlawan di Kelurahan Lemahmekar, Indramayu, Jumat (23/1/2026) “Layani masyarakat dengan ikhlas, tunjukkan bahwa polisi adalah pelayan, pelindung dan pengayom masyarakat," kata dia. Ia menambahkan, seluruh personel Polantas harus berada di barisan terdepan dalam memberikan pelayanan. Bantuan yang dimaksud tidak hanya bersifat pengaturan lalu lintas, tetapi juga aksi nyata di lapangan, mulai dari mendorong kendaraan yang mogok hingga mengevakuasi warga dari lokasi banjir yang dinilai berpotensi membahayakan keselamatan. Para pengendara memilih putar balik untuk menghindari banjir di Jalan Ceger Raya, Pondok Aren, Tangerang Selatan, pada Jumat (23/1/2026). Menurutnya, dalam situasi darurat seperti banjir, dedikasi dan keikhlasan anggota menjadi kunci penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap Polri. Kehadiran polisi yang sigap dan responsif di tengah kesulitan masyarakat diharapkan dapat dirasakan langsung manfaatnya. "Setiap anggota di lapangan adalah wajah dari Korlantas. Dalam situasi sulit seperti banjir ini, keikhlasan kita dalam membantu warga akan menjadi bukti nyata transformasi," ucap Agus. Sejumlah kendaraan melintasi jalan yang terendam banjir di Jalan Daan Mogot, Jakarta, Kamis (22/1/2026). Banjir setinggi 50-60 cm akibat hujan berintensitas tinggi serta buruknya sistem drainase tersebut membuat sejumlah kendaraan mogok dan lalu lintas terganggu. ANTARA FOTO/Ika Maryani/tom. Di tengah cuaca ekstrem dan hujan lebat yang terus mengguyur Jakarta, Kakorlantas juga menyampaikan apresiasi kepada para personel yang tetap menjalankan tugas di lapangan. "Terima kasih kepada anggota yang tetap ikhlas basah-basahan demi kelancaran jalan. Jaga kesehatan kalian, karena tugas mulia ini masih sangat dibutuhkan masyarakat," kata dia. Di sisi lain, masyarakat juga diimbau untuk tetap waspada, mematuhi arahan petugas di lapangan, serta menghindari jalur-jalur yang dilaporkan tergenang air. Langkah ini penting dilakukan demi menjaga keselamatan bersama di tengah cuaca ekstrem yang masih melanda Jakarta. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang