Seorang pengemudi mobil Daihatsu Sigra meninggal dunia saat terjebak kemacetan parah akibat banjir di Jalan Latumeten, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Kamis (22/1/2026) siang. Mobil yang dikemudikan korban semula dikira mogok di tengah kepadatan lalu lintas. Namun, setelah diperiksa oleh petugas, pengemudi tersebut diketahui telah meninggal dunia di dalam kendaraan. Peristiwa itu terjadi ketika kondisi lalu lintas lumpuh akibat banjir. Arus kendaraan tersendat dan nyaris tidak bergerak, sehingga menyulitkan mobilitas pengguna jalan di kawasan tersebut. Video proses evakuasi korban kemudian beredar di media sosial. Salah satunya diunggah oleh akun Instagram Ijoeel, yang diketahui datang langsung ke lokasi kejadian. Berdasarkan identitas yang ditemukan petugas di lokasi kejadian, korban diketahui bernama Rohim, warga Penjaringan, Jakarta Utara, berusia sekitar 40 tahun. Hasil pemeriksaan awal di tempat kejadian perkara (TKP) tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. “Kemungkinan sakit jantung, mungkin,” ujar Kanit Lantas Grogol Petamburan AKP Arif Rahman Hakim, dikutip dari . Usai dilakukan identifikasi awal, jenazah dievakuasi ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk keperluan pemeriksaan lebih lanjut. Pengemudi ditemukan meninggal di mobil saat kemacetan di kawasan Jelambar, Jakarta Barat Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, mengatakan, ajal memang tidak ada yang tahu tapi buat pengemudi mesti paham pemicunya. "Soal takdir saya sepakat. Kemacetan serta infrastruktur yang kurang atau tidak baik—sehingga terjadi banjir, jalan rusak, dan lain-lain yang berujung pada kejadian tersebut, itu adalah fakta yang terjadi saat ini," kata Jusri kepada Kompas.com, Jumat (23/1/2026). Jusri mengatakan, berkaca pada kejadian tersebut yaitu fokus pada lingkaran kontrol yaitu hal-hal yang bisa dikendalikan, pengaruhi, dan rekayasa secara langsung. Faktor-faktor yang masih bisa diatur. "Jawabannya adalah disiplin. Disiplin pertama adalah terhadap kondisi kesehatan," kata Jusri. Pengemudi ditemukan meninggal di mobil saat kemacetan di kawasan Jelambar, Jakarta Barat "Jika kita memiliki penyakit seperti darah tinggi, epilepsi, gula darah tinggi, atau kondisi yang berkaitan dengan risiko serangan jantung, stroke, dan sebagainya, maka sebaiknya disiplin untuk tidak mengemudi sendiri. Gunakan sopir atau alternatif lain. Artinya, ada kontrol langsung yang harus kita tetapkan," ujar Jusri. Jusri mengatakan, bila memiliki penyakit bawaan yang bisa menyebabkan kejang atau kondisi darurat secara tiba-tiba, jangan memaksakan diri melakukan aktivitas berisiko. Kalaupun terpaksa harus melakukan perjalanan, maka harus menerapkan pengelolaan perjalanan atau journey management. "Mulai dari memastikan kondisi kesehatan, memperhatikan tekanan darah, kadar gula, apakah obat rutin diminum atau tidak pada hari itu," ujarnya. "Kedua adalah pengaturan waktu perjalanan. Tentukan waktu yang tepat, jangan memilih jam macet. Atur sedemikian rupa agar rute yang dilalui tidak berada dalam kondisi padat," kata Jusri. Arus lalu lintas di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat mengalami kemacetan, Kamis (22/1/2026). Kalau memungkinkan, kata Jusri, pilih rute alternatif. Meski jaraknya lebih panjang dan biayanya lebih besar karena meningkatkan konsumsi bahan bakar, namun waktu tempuh bisa lebih cepat dan yang terpenting, mengurangi stres akibat kemacetan. "Bagi orang dengan penyakit jantung, gula, atau hipertensi, stres dapat meningkatkan tekanan darah dan memicu serangan jantung, stroke, atau kejang. Karena itu, tentukan waktu dan pilih rute yang tepat," katanya. Selain itu ujar Jusri, seiap pengemudi harus siap menghadapi kondisi lalu lintas yang tidak terduga. "Untuk itu, perlu memiliki ERP atau Emergency Response Plan. Ini bukan hanya soal perangkat, tetapi bagaimana seseorang dibekali kemampuan mengelola situasi darurat dalam perjalanan,” kata Jusri. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang