Belum lama ini, ada kejadian pengemudi meninggal di mobil saat terjebak kemacetan. Diduga, pengemudi tersebut meninggal karena mengalami serangan jantung. Kejadian tersebut viral di media sosial, dengan salah satu videonya diunggah oleh akun Instagram @ijoeel, pada Kamis (22/1/2026). Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia Sony Susmana mengatakan, mengemudi tidak semudah yang dibayangkan, yang hanya memutar-mutar setir, pindah gigi, dan injak pedal. "Di kondisi-kondisi tertentu, seperti kemacetan, durasi berkendara yang panjang, kurang istirahat, makan tidak teratur, faktor usia lanjut, sering kali mengundang emosi yang berujung penyakit bawaan kambuh," ujar Sony, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini. "Dalam hal ini, penyakit jantung yang paling berisiko kambuh dan banyak menyebabkan henti berdetak, dan itu datangnya tiba-tiba, susah dikontrol," kata Sony. Sony menambahkan, kasus orang meninggal di mobil mungkin menjadi kasus kedua di minggu ini yang ia ketahui. Sebelumnya, ada juga pengemudi Suzuki APV yang mengalami kejadian serupa. Pengemudi ditemukan meninggal di mobil saat kemacetan di kawasan Jelambar, Jakarta Barat "Penting sekali pengemudi memperhatikan faktor kesehatan, pilih rute-rute yang pendek dan sepi saja bagi yang mengalami gangguan jantung. Sebab, gangguan-gangguan di jalan yang membangkitkan emosi bisa menjadi pemicu penyakit jantung," ujar Sony. "Hal yang sama tahun 2005 pernah dialami ayah saya di Cempaka putih. Begitu gejala datang, jangan tunggu sampai tidak bisa bernapas, langsung berhenti, dan bunyikan klakson. Senderkan badan ke klakson sebagai tanda minta bantuan," kata Sony. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang