Mobil listrik DFSK Gelora E dilaporkan terbakar saat melintas di ruas Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR). PT Sokonindo Automobile sudah melakukan investigasi dan menemukan bahwa baterai bukanlah penyebabnya. Kebakaran tersebut terjadi di tol JORR, tepatnya di Km 23+300 A, pada Jumat (16/1/2026). Peristiwa tersebut dengan cepat menyita perhatian publik setelah rekaman videonya beredar luas di media sosial. Salah satu video diunggah oleh akun TikTok @sadewa1201, yang memperlihatkan proses pemadaman mobil listrik tersebut di bahu jalan tol. DFSK hadirkan Gelora E B-Type di GJAW 2025, blind van listrik terjangkau dengan fitur lengkap untuk kebutuhan bisnis. Berdasarkan keterangan dalam unggahan video, insiden terjadi sekitar pukul 16.15 WIB. Dari tayangan visual yang beredar, kendaraan yang terlibat diketahui merupakan DFSK Gelora E, mobil listrik komersial yang dipasarkan di Indonesia. Director of Sales Center PT Sokonindo Automobile, Cing Hok Rifin, mengatakan, melihat dari bagaimana mobil terbakar, bisa dipastikan bukan dari baterai. Sebab, kalau baterai mobil listrik terbakar biasanya akan berbentuk U, ada asap kimianya berwarna hitam. "Biasanya enggak langsung api, asap tebal dulu, terus baru kayak mercon, baru api, dan apinya itu bisa sampai 600 derajat (Celcius). Kalau baterai terbakar, berarti lantai mobil itu sudah meleleh, ada lubang besar di atas baterainya," ujar Cing Hok Rifin, saat ditemui di Depok, Sabtu (24/1/2026). DFSK Gelora E Dia menambahkan, bukan hanya baterai saja yang aman. Tapi, komponen kelistrikan lainnya pun juga aman, termasuk Onboard Charging (OBC), seperti yang diduga oleh pengguna mobil tersebut. "Karena sopirnya bilang kan yang sumber kebakaran dari jok. Kita coba buka jok, itu OBC, di mana OBC itu hanya berfungsi pada saat mengecas, baik itu di SPKLU atau di rumah. Berarti kalau sambil jalan, itu tidak berfungsi," kata Cing Hok Rifin. "Begitu kita lihat, OBC oke, kabel tegangan tinggi juga oke, sama sekali enggak terbakar. Jadi, kita sudah pastikan sumber api dari kabin. Bukan bawah, tapi kabin," ujarnya. Dia mengatakan, saat ini DFSK bekerjasama dengan pihak ketiga untuk mencari sumber penyebab terjadinya kebakaran tersebut. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang