Fenomena penyalahgunaan bahu jalan tol di Indonesia masih kerap terjadi. Mulai dari menjadikannya jalur alternatif untuk menyalip, hingga tempat beristirahat saat momen mudik akibat rest area yang penuh. Padahal, berhenti di bahu jalan tol tanpa adanya kondisi darurat medis atau teknis sangat dilarang karena memiliki risiko fatalitas yang sangat tinggi. Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu menegaskan bahwa fungsi utama dari bahu jalan tol murni hanya untuk keperluan darurat. Ilustrasi ramai-ramai mobil pakai bahu jalan tol "Fungsinya itu untuk kondisi darurat, misalnya mobil mogok, ban (kempis), atau ada trouble. Bahu jalan tidak diperkenankan untuk overtake, tidak diperkenankan untuk istirahat. Itu bukan tempat istirahat. Istirahat di rest area," kata Jusri kepada Kompas.com, Minggu (31/5/2026). Jusri menambahkan, tingginya angka kecelakaan tabrak belakang di Indonesia erat kaitannya dengan kebiasaan buruk pengemudi yang menyalahgunakan area ini. "Kenapa banyak kejadian ditabrak dari belakang? Banyak kejadian karena faktanya bahu jalan sering digunakan untuk menyalip bagi pengguna jalan di Indonesia," katanya. Jika dalam kondisi yang benar-benar darurat dan terpaksa harus berhenti di bahu jalan, ada protokol keselamatan ketat yang harus dipatuhi agar terhindar dari tabrakan: Pasang Segitiga Pengaman: Jangan memasangnya terlalu dekat. Mengingat budaya berkendara di Indonesia belum sepenuhnya tertib, pasang segitiga pengaman minimal 50 meter hingga 100 meter di belakang kendaraan. Nyalakan Lampu Hazard: Pastikan lampu darurat tetap menyala, baik saat siang maupun malam hari. Keluar dari Mobil: Seluruh penumpang dilarang duduk di dalam mobil yang sedang mogok di bahu jalan. Posisikan Penumpang di Depan Mobil: "Kalau terpaksa keluar dari dalam mobil, berdiri di depan mobil kita yang mogok. Sehingga jika terjadi apa-apa, (mobil) akan menjadi bantalan yang menyerap benturan dari tabrakan," jelas Jusri. Jika ada area rumput di pinggir tol, evakuasi penumpang ke area tersebut sejauh lima hingga 10 meter dari bahu jalan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang