Alur pada bodi mobil Banyak orang mengira lekukan atau alur kecil pada bodi mobil hanya sekadar bagian dari desain. Padahal, komponen tersebut memiliki fungsi penting yang berkaitan dengan kenyamanan dan keselamatan berkendara. Bagian yang sering terlihat di atap, kap mesin, hingga sekitar kaca mobil itu sebenarnya merupakan sistem saluran air. Fungsinya dirancang khusus untuk mengatur aliran air hujan agar tidak masuk ke area yang tidak diinginkan. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Dikutip VIVA Otomotif dari laman Suzuki Indonesia, Minggu 5 April 2026, saluran air ini bekerja dengan menangkap air dari permukaan mobil lalu mengarahkannya ke jalur pembuangan tertentu. Biasanya aliran tersebut diarahkan ke sisi kendaraan seperti pilar A dan pilar C agar tidak mengganggu bagian lain.Salah satu fungsi utamanya adalah mencegah air masuk ke dalam kabin. Tanpa sistem ini, air hujan berpotensi merembes melalui celah pintu atau kaca dan merusak interior seperti karpet dan jok. Ilustrasi mencuci mobil Selain itu, saluran air juga berperan dalam menjaga sirkulasi udara di dalam mobil. Dengan aliran air yang lancar, kelembapan di sekitar pintu dan kaca dapat ditekan sehingga kabin tetap terasa lebih nyaman.Fungsi lain yang tidak kalah penting adalah membantu mengurangi embun pada kaca. Air yang tidak menggenang di sekitar kaca akan menekan tingkat kelembapan, sehingga visibilitas pengemudi tetap terjaga.Desain saluran air juga turut meredam kebisingan saat hujan. Aliran air yang diarahkan dengan baik membuat suara percikan tidak terlalu keras di dalam kabin. Mengemudi mobil di tengah hujan. Foto ilustrasi.Di sisi lain, sistem ini juga membantu menjaga kebersihan bodi mobil. Air hujan yang mengalir terarah dapat meminimalkan percikan lumpur yang menempel di permukaan kendaraan.Namun, saluran air juga memiliki potensi masalah jika tidak dirawat. Kotoran yang menumpuk bisa menyebabkan penyumbatan dan membuat air meluap ke area yang tidak seharusnya.Kondisi tersebut dapat memicu berbagai dampak, mulai dari kebocoran kabin hingga kerusakan interior. Bahkan, pada kasus tertentu, air bisa mengenai komponen kelistrikan dan menyebabkan gangguan serius. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Selain itu, genangan air yang tidak terkendali juga bisa memicu karat pada bodi kendaraan. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menurunkan kekuatan struktur dan nilai kendaraan.Kelembapan berlebih di dalam kabin juga berpotensi menimbulkan jamur dan bau tidak sedap. Hal ini bisa berdampak pada kenyamanan sekaligus kesehatan pengguna kendaraan.