Berhenti di bahu jalan tol saat arus balik Lebaran sebaiknya benar-benar menjadi pilihan terakhir. Pasalnya, bahu jalan bukan tempat aman untuk berhenti. Jika terpaksa, ada beberapa langkah penting agar tetap aman bagi diri sendiri dan pengguna jalan lain. Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu menjelaskan bahu jalan tol berisiko untuk dijadikan tempat berhenti, maka dari itu hanya digunakan saat darurat. “Pastikan alasan berhenti memang darurat, seperti kendaraan mogok, ban pecah, atau kondisi kesehatan mendesak. Bahu jalan bukan tempat istirahat biasa, apalagi saat lalu lintas padat,” ucap Jusri kepada KOMPAS.com, belum lama ini. Pilih lokasi yang paling aman dan terlihat jelas. Usahakan berhenti di bahu jalan yang lurus, tidak di tikungan, tanjakan, atau turunan agar kendaraan lain bisa melihat dari jauh. “Nyalakan lampu hazard segera setelah memutuskan menepi. Ini penting sebagai tanda peringatan bagi pengendara lain bahwa kendaraan Anda sedang berhenti,” ucap Jusri. Ilustrasi berhenti di bahu jalan tol. Arahkan kendaraan sejauh mungkin ke sisi kiri bahu jalan. Sisakan ruang agar kendaraan lain tetap bisa melintas dengan aman tanpa terganggu. Pasang segitiga pengaman sekitar 50–100 meter di belakang kendaraan. Jarak ini memberi waktu bagi pengendara lain untuk mengurangi kecepatan. “Jangan dipasang terlalu dekat dengan kendaraan yang sedang berhenti, itu tidak akan sesuai dengan fungsinya,” ucap Jusri. Arus lalu lintas di ruas jalan tol Jakarta - Cikampek Km 55 pada Jumat (13/3/2026). Semua penumpang sebaiknya keluar dari kendaraan dan berdiri di tempat aman, seperti di balik guardrail jika tersedia. Hindari tetap berada di dalam mobil di pinggir tol. Gunakan rompi reflektif jika ada, terutama saat malam hari atau hujan. Visibilitas sangat penting agar Anda terlihat oleh pengendara lain. “Segera hubungi bantuan seperti call center 110 atau petugas tol terdekat. Jangan mencoba memperbaiki kerusakan berat sendiri di bahu jalan,” ucap Jusri. Perhatikan kondisi lalu lintas sekitar sebelum membuka pintu kendaraan. Banyak kecelakaan terjadi karena pintu terbuka ke arah lajur kendaraan. Setelah masalah teratasi, segera lanjutkan perjalanan atau pindah ke lokasi yang lebih aman seperti rest area. Semakin singkat waktu berhenti di bahu jalan tol, semakin kecil risikonya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang