Motor dengan sespan atau bangku tambahan di sisi samping memang memiliki daya tarik tersendiri. Namun, rupanya posisi sespan tidak bisa dipasang sembarangan. Di negara seperti Indonesia, yang sistem lalu lintasnya berada di jalur kiri, posisi sespan sebaiknya di sisi kiri motor. Seorang wisatawan sedang berkeliling dengan Singapore Sidecars, Kamis (5/10/2023). Michael Sofyan, pemilik Hobby Motor sekaligus importir motor dan mobil CBU di kawasan Arteri Pondok Indah, menjelaskan bahwa aturan ini mengikuti arah lalu lintas di masing-masing negara. “Kalau motornya kanan itu sespannya di kiri. Kayak kita nih (Indonesia) motornya di kiri jalan, sespannya di kiri," kata Michael yang ditemui Kompas.com di Jakarta pekan lalu. Secara teknis, aturan ini dibuat untuk alasan keselamatan dan visibilitas pengendara. Di negara dengan sistem setir kanan seperti Indonesia, posisi sespan di kiri membuat pengendara tetap bisa melihat lalu lintas dari arah berlawanan dengan lebih jelas. Selain itu, posisi ini juga menjaga keseimbangan saat motor melaju di sisi kiri jalan. "Tapi ada juga yang motornya di kiri pakai sespan di kanan. Sebenarnya saya sempat tanya anak-anak sini, katanya sih enggak masalah. Cuma menurut saya agak kagok aja,” ujar Michael. Modifikasi Honda Stylo 160 jadi sespan oleh bengkel Old Steel Oto Custom Sebaliknya, di negara yang berkendara di sisi kanan seperti Amerika Serikat atau sebagian besar negara Eropa, posisi sespan ditempatkan di sebelah kanan motor. Tujuannya sama, agar sisi sespan berada di luar jalur utama pengendara dan memudahkan pengemudi mengontrol jarak pandang. Meskipun motor dengan sespan jarang digunakan di jalanan umum Indonesia, peminatnya tetap ada di kalangan kolektor dan penggemar motor bernuansa klasik. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.