Saat rekayasa lalu lintas seperti one way dan contra flow diterapkan di jalan tol, posisi bahu jalan sering membingungkan pengemudi. Padahal, memahami letaknya sangat penting untuk keselamatan selama perjalanan. Dengan pemahaman tepat, maka pengemudi tetap bisa berhenti darurat dengan aman meski laju kendaraan di sekitarnya sangat cepat. Marcell Kurniawan, Training Director Real Driving Centre (RDC) mengatakan pada sistem one way, seluruh lajur tol digunakan untuk satu arah perjalanan. Rekayasa ini sering diterapkan saat arus mudik atau balik Lebaran untuk mengurai kepadatan kendaraan. “Secara fisik, bahu jalan tidak berubah posisi saat one way. Bahu jalan tetap berada di sisi paling kiri dan kanan dari badan jalan tol seperti kondisi normal,” ucap Marcell kepada KOMPAS.com, Senin (23/3/2026). Namun, dalam praktiknya, bahu jalan kadang ikut difungsikan secara terbatas. Misalnya untuk jalur darurat, akses petugas, atau dalam kondisi tertentu bisa dilalui kendaraan. Akibatnya, pengemudi tidak bisa selalu mengandalkan bahu jalan sebagai tempat berhenti. Fungsi utamanya sebagai area darurat bisa berkurang selama rekayasa berlangsung. Contra flow di ruas jalan tol Jakarta - Cikampek Km 57, Kamis (25/12/2025). “Pengendara yang berada di ruas jalan sisi kanan jangan terkecoh dengan keberadaan bahu jalan di kanan, karena bila dalam kondisi darurat, berhentinya tetap di sisi paling kiri,” ucap Marcell. Hal tersebut berkaitan dengan laju kendaraan di sisi kanan yang cenderung kencang dan tak memungkinkan dipakai untuk lajur darurat. Berbeda dengan one way, sistem contra flow menggunakan sebagian lajur dari arah berlawanan. Tujuannya untuk menambah kapasitas kendaraan di arah yang lebih padat. “Pada jalur contra flow, bahu jalan tetap berada di sisi kiri jalur aslinya. Namun, sisi kanan biasanya tidak memiliki bahu jalan karena dibatasi cone atau barrier,” ucap Marcell. Kondisi ini membuat ruang untuk berhenti darurat menjadi sangat terbatas. Pengemudi harus ekstra waspada karena tidak semua sisi jalan bisa digunakan untuk menepi. Risiko keselamatan juga meningkat jika kendaraan berhenti sembarangan. Terlebih di jalur contra flow yang berdekatan dengan arus berlawanan atau pembatas jalan. Kesimpulannya, pada one way ataupun contra flow, bahu jalan tetap ada di sisi kiri meski terbatas. Sehingga, pengendara tak boleh salah berhenti agar tetap aman. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang