Mengalami kondisi darurat di jalan tol mengharuskan pengemudi bertindak cepat, namun tetap tepat. Menepikan kendaraan ke bahu jalan dan menyalakan lampu hazard memang langkah awal yang wajib dilakukan, tetapi itu belum cukup untuk menjamin keselamatan. Training Director sekaligus Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, mengingatkan bahwa bahaya di jalan tol juga bisa datang dari arah belakang, terutama di ruas dengan kecepatan tinggi. Sebuah mobil muatan kambing mengalami kecelakaan di Tol MBZ arah Jakarta pada hari Sabtu (4/5/2024) malam. “Saat pengemudi melakukan atau mengindikasikan kondisi tersebut, jangan lupa segera menyalakan lampu hazard dan mengarahkan kendaraan ke tempat yang aman," ujar Jusri kepada Kompas.com, akhir pekan lalu. "Jika hal itu terjadi di flyover, seperti di MBZ, ruang bahu jalan sangat tipis, bahkan bisa dibilang hampir tidak ada. Jika kendaraan berhenti di bahu jalan, potensi ancaman lain cukup besar, yakni risiko ditabrak dari belakang," katanya. Oleh karena itu, pengemudi tetap harus mengurangi kecepatan, tetapi tidak sampai terlalu pelan, sambil berusaha keluar menuju titik-titik yang memungkinkan kendaraan berhenti dengan aman. "Sepanjang ruas tol layang seperti flyover MBZ, terdapat titik-titik darurat yang cukup lebar, di mana petugas, tim evakuasi, maupun pengguna jalan yang mengalami kondisi darurat bisa turun melalui tangga di atas. Area tersebut relatif luas dan aman,” katanya. Jalur layang LRT Jakarta yang melintasi Jalan Tol Ir. Wiyoto Wiyono berhasil tersambung 100 persen (Foto : Jalur layang LRT Jakarta yang melintasi Jalan Tol Ir. Wiyoto Wiyono berhasil tersambung 100 persen pada 9 Januari 2026) Jusri menjelaskan, berhenti di bahu jalan tol layang sangat berisiko karena ruang yang sempit dan minim jarak aman dengan kendaraan lain. Pengemudi yang berhenti mendadak berpotensi tertabrak dari belakang oleh kendaraan yang melaju kencang. Karena itu, saat kendaraan masih bisa bergerak, pengemudi disarankan tetap melaju dengan kecepatan terkontrol sambil mencari lokasi berhenti yang benar-benar aman, seperti titik darurat yang disediakan di ruas tol layang. Pemahaman mengenai prosedur darurat ini penting agar pengemudi tidak hanya fokus pada kendaraannya sendiri, tetapi juga keselamatan pengguna jalan tol lainnya. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang