Tragedi kecelakaan fatal antara bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dan truk tangki BBM di Jalan Lintas Sumatera, Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan, kembali memunculkan sorotan terhadap kondisi keselamatan transportasi jalan di Indonesia. Insiden yang terjadi pada Rabu (6/5/2026) itu menewaskan 18 orang, terdiri dari 16 penumpang bus dan dua korban dari pihak truk tangki BBM. Pengamat transportasi sekaligus akademisi menilai kejadian tersebut menjadi bukti bahwa Indonesia sedang menghadapi kondisi “darurat keselamatan transportasi jalan”. Foto: Tangkapan layar video CCTV pemantau lalu lintas Pemkot Pematangsian?ar saat kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan seorang pengendara bermotor meninggal dunia di traffic light Simpang Rambung Merah, Kota Pematangsian?ar, Sumatera Utara, Kamis (7/5/2026) Djoko Setijowarno, Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata dan Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), mengatakan persoalan keselamatan jalan di Indonesia sudah bersifat sistemik dan melibatkan banyak faktor. “Kondisi ‘Darurat Keselamatan Transportasi Jalan’ di Indonesia merupakan isu sistemik yang dipicu oleh akumulasi berbagai faktor, mulai dari pengawasan regulasi yang lemah hingga perilaku pengguna jalan dan anggaran yang dipangkas,” kata Djoko kepada Kompas.com, Minggu (10/5/2026). Menurutnya, tragedi di Jalinsum harus menjadi momentum serius untuk membenahi sistem keselamatan transportasi darat secara menyeluruh, bukan sekadar respons sesaat setelah kecelakaan besar terjadi. Kereta api (KA) jarak jauh melintas di samping taksi listrik Green SM yang rusak pascakecelakaan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengerahkan tim investigasi untuk mengumpulkan fakta terkait kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam. Djoko menilai langkah awal yang wajib dilakukan adalah investigasi mendalam oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Investigasi tersebut perlu membedah penyebab kecelakaan dari berbagai aspek, mulai dari faktor manusia, kondisi kendaraan, manajemen perusahaan, hingga infrastruktur jalan. Namun ia mengingatkan, investigasi tidak akan berdampak besar apabila tidak diikuti penguatan kelembagaan dan dukungan anggaran yang memadai. Jajaran pejabat Komite Nasional Keselmatan Transportasi (KNKT) menggelar konferensi pers capaian kinerja tahunan di Jakarta, Rabu (28/1/2026). “Memangkas anggaran operasional KNKT maupun anggaran keselamatan di Kementerian Perhubungan sama saja dengan mengabaikan keselamatan publik di jalan raya,” ujarnya. Djoko juga menyoroti pentingnya menghidupkan kembali Direktorat Keselamatan Jalan di bawah Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. Menurutnya, keberadaan lembaga khusus keselamatan jalan dibutuhkan agar evaluasi kecelakaan tidak berhenti pada pencarian penyebab semata, melainkan menghasilkan perbaikan sistemik untuk mencegah kejadian serupa terulang. Petugas saat melakukan pemeriksaan ramp check terhadap kendaraan bus di Terminal Tipe B Indramayu jelang libur Nataru, Rabu (24/12/2025) Lebih lanjut, Djoko mengungkapkan bahwa faktor manusia masih menjadi penyebab terbesar kecelakaan lalu lintas di Indonesia. Berdasarkan data yang ia sampaikan, sebanyak 61 persen kecelakaan dipicu faktor manusia, baik akibat rendahnya kemampuan maupun perilaku berkendara yang berisiko. Sementara itu, faktor prasarana dan lingkungan menyumbang 30 persen penyebab kecelakaan, sedangkan masalah teknis kendaraan berada di angka 9 persen. Kondisi kendaraan yang rusak parah akibat kecelakaan beruntun di Jalan Padang-Indarung, tepatnya di kawasan Jembatan Padang Besi, Kota Padang, Minggu (10/5/2026). Polisi menduga kecelakaan dipicu truk yang mengalami rem blong. Data tersebut menunjukkan bahwa persoalan keselamatan jalan tidak cukup diselesaikan hanya dengan memperbaiki jalan atau kondisi kendaraan. Menurut Djoko, peningkatan disiplin serta kompetensi pengemudi juga menjadi aspek mendasar yang harus dibenahi. Selain itu, ia menilai penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Perusahaan Angkutan Umum (SMK-PAU) perlu diperketat di seluruh perusahaan transportasi umum. Ilustrasi kecelakaan lalu lintas. Mengacu pada PM 85 Tahun 2018, sistem tersebut mengatur berbagai standar keselamatan operasional perusahaan angkutan umum, mulai dari pengawasan jam kerja sopir agar tidak mengalami kelelahan, pemeriksaan kondisi kendaraan sebelum beroperasi, hingga kepatuhan administrasi perusahaan. Djoko menjelaskan, penerapan SMK-PAU menjadi benteng penting keselamatan di tingkat operator. Namun dalam praktiknya, banyak perusahaan otobus kecil masih menghadapi kendala, terutama keterbatasan anggaran dan minimnya tenaga ahli keselamatan di daerah. Karena itu, ia menilai pemerintah perlu hadir melalui dukungan dan insentif agar standar keselamatan tidak hanya menjadi beban administratif, tetapi benar-benar dapat diterapkan secara merata oleh seluruh operator angkutan umum. Kondisi bus ALS yang hangus setelah menabrak mobil truk tangk muata minyak di Jalur Lintas Sumatera (Jalinsum), wilayah Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan hingga menyebabkan 16 orang tewas, Rabu (6/5/2026). 9 Fakta Kecelakaan Bus ALS Vs Truk Tangki di Sumsel, Bus Alami Masalah Mesin dan Hindari Jalan Berlubang Tragedi Bus ALS dan Truk BBM ini kembali memperlihatkan bahwa keselamatan transportasi jalan di Indonesia masih menjadi pekerjaan rumah besar. Tanpa pengawasan ketat, penguatan lembaga, dan komitmen serius dari pemerintah maupun operator transportasi, risiko kecelakaan fatal di jalan raya akan terus menghantui masyarakat. “Pemerintah perlu menyadari bahwa efisiensi anggaran memiliki batas, terutama pada sektor yang menyangkut keselamatan jiwa. Pemangkasan anggaran keselamatan transportasi dan dukungan terhadap SMK-PAU hanya akan menjadi bumerang bagi target nasional,” ucap Djoko. “Agar target standarisasi bagi seluruh operator angkutan umum dapat terpenuhi, dukungan anggaran yang stabil menjadi syarat mutlak dalam memastikan pengawasan dan pendampingan di lapangan tetap berjalan optimal,” katanya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang