Saat hujan, kondisi jalan jadi licin dan jarak pandang menurun. Dari sekian banyak fitur keselamatan mobil, berikut yang paling terasa manfaatnya saat hujan menurut ahli. Secara umum, fitur tersebut tak lepas dari peran utama komponen mobil yakni permukaan ban. Pasalnya, salah satu ancaman ketika mobil melaju di jalan basah adalah tergelincir. Imun, pemilik bengkel Spesialis Ford Trucuk Klaten mengatakan fitur-fitur keselamatan pada mobil modern cukup membantu ketika berkendara di jalan basah atau hujan, namun tetap komponen utama jadi kuncinya. “Misal seperti anti-lock brake system (ABS), traction control system (TCS), electronic stability control (ESC), mereka akan berjalan dengan baik bila didukung dengan kondisi ban baik,” ucap Imun kepada KOMPAS.com, Senin (29/12/2025). Ban menjadi komponen yang berhubungan langsung dengan permukaan jalan. Dengannya, mobil dapat melaju kencang, memperlambat dan bermanuver sesuai keinginan pengemudi. “Maka dari itu sudah menjadi hal umum, setiap hendak perjalanan jauh, apalagi musim hujan, ban menjadi komponen yang wajib diperiksa, pastikan tapaknya baik dan tekanan udaranya sesuai dengan bobot dan muatan,” ucap Imun. Impresi Berkendara Toyota Corolla Altis GR HEV Selanjutnya, pada sistem rem ada ABS. Fitur ini mulai banyak disematkan di mobil-mobil modern sebagai fitur keselamatan aktif. Dia akan bekerja ketika sistem mendeteksi ada salah ban mobil yang selip saat proses pengereman. “Roda yang selip atau mengunci tersebut, akan mudah dikenali oleh sistem karena jumlah putarannya tak sesuai dengan roda lainnya, maka dari itu sistem akan membebaskan daya tekan rem pada roda tersebut, tujuannya agar roda tidak mengunci,” ucap Imun. Pembebasan tersebut bukan serta merta menghilangkan daya pengereman. Tapi, rem dibuat mengerem, bebas, mengerem dan bebas secara terus menerus selama proses perlambatan. Penerapan contraflow dari Km 55 - 47 ruas ajalan tol Japek arah Jakarta, Minggu (28/12/2025) sore. Dengan demikian, roda mobil masih bisa berputar dan mempertahankan traksinya. Selain dapat memperpendek jarak pengereman, kendaraan juga tetap bisa dikendalikan arahnya berkat traksi yang terjaga. “Fitur lainnya ada, dan bermanfaat saat musim hujan yakni TCS dan ESC, berbeda dengan ABS, fitur ini justru membuat roda tidak selip ketika mobil berakselerasi atau saat melaju, komponen aktuatornya sama dengan ABS, beda ECU-nya saja,” ucap Imun. ESC bisa dibilang sebagai penyelamat saat roda mobil mulai selip, karena sistem akan menjaga mobil tetap stabil saat mengalami oversteer atau understeer di tikungan atau saat bermanuver zig-zag dengan kecepatan tinggi. Petugas saat mengevakuasi kendaraan yang terlibat kecelakaan beruntun di ruas Jalan Tol Cikopo–Palimanan (Cipali) KM 130.00 A, tepatnya di wilayah Desa Sanca, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Jumat (26/12/2025) “Dia aktif otomatis ketika roda kehilangan traksi, sangat terasa saat menikung atau pindah lajur di jalan basah, ini fitur yang sering “diam-diam menyelamatkan” tanpa disadari pengemudi,” ucap Imun. Saat fitur ini bekerja, beberapa roda akan dibuat mengerem secara otomatis dengan skema seperti ABS, sehingga posisi mobil tetap stabil saat mulai mengalami oversteer atau understeer. “Tenaga mesin yang tersalurkan ke roda penggerak juga mengalami penyesuaian, sehingga menjadi lebih lembut saat kondisi jalan basah, ini lebih terasa ketika TCS aktif,” ucap Imun. Beberapa jenis mobil juga disematkan mode driving seperti wet mode saat kondisi jalan basah, yang sebenarnya mengadopsi dari fitur-fitur tersebut. Sehingga, mobil lebih mudah dikendalikan saat musim hujan. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang