Bagi pemudik yang masih berada di kampung halaman dan bersiap kembali ke perantauan, ada satu hal yang kerap luput dari perhatian, yakni cara menata barang bawaan di dalam mobil. Penempatan barang tidak bisa dianggap sepele karena memengaruhi kenyamanan selama perjalanan jauh, susunan barang yang kurang tepat bisa mengganggu dan membahayakan keselamatan di jalan. Sony Susmana, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia, mengatakan penyusunan dan tata letak barang bawaan di mobil harus diperhatikan dengan benar karena berpengaruh langsung terhadap keselamatan perjalanan. Arus kendaraan pemudik yang melintasi jalur Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mulai mengalami peningkatan pada Selasa (17/3/2026) petang. Menurutnya, menyusun barang secara asal-asalan tidak hanya membuat mobil berantakan, tetapi juga bisa membahayakan. Beban yang tidak merata dapat mengganggu keseimbangan kendaraan. “Kalau menyusun asal-asalan, selain membuat mobil tidak teratur, juga bisa membahayakan karena mobil jadi tidak seimbang akibat beban yang tidak rata,” ujar Sony kepada Kompas.com, belum lama ini. Ia menyarankan agar pemudik terlebih dahulu memastikan jenis barang yang akan dibawa dan menghindari barang yang mudah terbakar. Jika barang terlalu banyak atau berisiko, sebaiknya dikirim menggunakan jasa logistik. “Survei dulu jenisnya, karena enggak semua barang harus dibawa. Ada beberapa barang yang sebaiknya dikirim menggunakan jasa logistik saja jika terlalu banyak atau terlalu berisiko,” katanya. Selain itu, tata penyusunan barang juga penting. Barang dengan bobot paling berat sebaiknya diletakkan di bagian bawah dan diposisikan di tengah, tepat di sumbu roda belakang. “Usahakan tepat di sumbu roda belakang supaya center of gravity (titik keseimbangan) mobil tidak terganggu. Kalau barang terlalu berat di satu sisi, mobil bisa limbung dan sangat berbahaya,” katanya. Terakhir, pemudik diimbau agar barang bawaan tidak disusun melebihi tinggi head rest jok karena dapat mengganggu visibilitas pengemudi. “Tolong diingat, jangan sampai kaca belakang tertutup barang bawaan. Ini satu kendala yang sering disepelekan pengemudi, khususnya pemudik pasca Lebaran saat arus balik,” kata Sony. Ia juga mengimbau agar posisi barang di bagasi dipastikan tidak mudah bergeser, misalnya dengan menggunakan jaring atau pengikat tambahan agar tetap aman selama perjalanan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang