Pemilihan menu sahur tidak hanya berpengaruh pada rasa kenyang, tetapi juga terhadap kondisi tubuh sepanjang hari. Asupan yang kurang tepat bisa memicu rasa haus berlebihan, lemas, hingga menurunnya konsentrasi saat beraktivitas. Kondisi tersebut tentu perlu diwaspadai, terutama bagi mereka yang tetap harus berkendara selama bulan puasa. Fokus dan respons yang optimal sangat dibutuhkan demi menjaga keselamatan di jalan. dr. Annisa Nurul Kirana, M.Gizi, SpGK mengingatkan pentingnya memperhatikan kandungan natrium dalam makanan sahur. Ilustrasi mengemudi. "Jangan sahur dengan makanan yang natriumnya tinggi, seperti makanan kemasan, mie instan, kornet, sarden, dan lainnya," ujar Annisa, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini. Menurut Annisa, konsumsi makanan tinggi garam saat sahur dapat membuat tubuh lebih cepat merasa haus. Rasa haus yang muncul lebih awal berpotensi mengganggu kenyamanan dan daya tahan tubuh saat menjalani aktivitas. "Jangan yang asin-asin, seperti makanan kemasan, karena nanti gampang haus. Jadinya, sulit berkonsentrasi saat berkendara," kata Annisa. Ilustrasi makanan sehat. Pedoman diet baru Amerika Serikat menggeser arah pola makan ke protein tinggi dan produk susu penuh lemak, sekaligus memicu perdebatan di kalangan ahli gizi. Sebagai gantinya, Annisa menyarankan agar menu sahur disusun dengan komposisi gizi yang lengkap dan seimbang. Karbohidrat dibutuhkan sebagai sumber energi, sementara protein hewani dan nabati membantu menjaga rasa kenyang lebih lama. Annisa menyarankan, sebaiknya makan sahur dengan gizi yang lengkap, yakni ada karbohidratnya, protein hewani dan nabati, serta yang mengandung vitamin dan mikronutrien. "Jadi, kalau misalnya kita makannya udah bagus, komposisinya gizi seimbang, itu sebenarnya sudah dapat memenuhi kebutuhan gizi," ujar Annisa. Ilustrasi Ide Menu Sahur untuk Penderita Asam Lambung yang Lebih Aman Generated AI Ia menambahkan, bagi sebagian orang yang kesulitan makan dalam jumlah cukup saat sahur, pemenuhan nutrisi tetap bisa diupayakan melalui tambahan suplemen sesuai kebutuhan. "Tapi, kalau misalnya dirasa kurang, misalnya ada yang malas sahur, yang makannya cuma meal replacement aja, itu bisa ditambah suplementasi dari luar," kata Annisa. Dengan memilih menu sahur yang tepat dan tidak berlebihan dalam kandungan natrium, pengendara diharapkan dapat menjaga hidrasi tubuh dan konsentrasi tetap optimal hingga waktu berbuka tiba. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang