Konsumsi kopi saat buka puasa maupun sahur sering menjadi pilihan banyak orang untuk menjaga stamina dan konsentrasi, termasuk bagi pengemudi yang harus tetap fokus di jalan. Namun, apakah minum kopi benar-benar membantu meningkatkan konsentrasi saat berkendara selama puasa, atau justru berisiko memicu dehidrasi dan gangguan fokus? Dr. dr. Inge Permadhi, MS, SpGK, dokter spesialis gizi klinik di Mochtar Riady Comprehensive Cancer Centre (MRCCC) Siloam Hospital, mengatakan fungsi kopi memang bermacam-macam dan itu juga terkait dengan faktor genetik. Ia melanjutkan, terkait pertanyaan apakah kopi bisa meningkatkan konsentrasi atau malah menyebabkan dehidrasi, jawabannya tidak bisa disamaratakan. Ilustrasi mengemudi di jalan tol. “Ada efek kopi yang dipengaruhi oleh genetik. Contohnya, ada orang yang mengonsumsi kafein dan berpengaruh terhadap kesehatan tulang karena memiliki sensitivitas tertentu terhadap kafein. Ada juga yang sensitif terhadap kafein dalam kaitannya dengan kecemasan dan pola tidur,” katanya kepada Kompas.com, Kamis (19/2/2026). "Selain itu, ada sensitivitas terhadap performa maupun kesehatan jantung. Hal-hal ini biasanya dinilai dalam pemeriksaan genetik untuk melihat respons tubuh terhadap kopi," lanjutnya. Jadi, apakah kopi dapat meningkatkan konsentrasi? Itu tergantung sensitivitas masing-masing orang, termasuk sensitivitas kafein terhadap kesehatan jantung dan performa. “Ada orang yang minum kopi lalu responsnya positif sehingga performanya meningkat. Namun, ada juga yang efeknya biasa saja, bahkan tidak merasakan perubahan sama sekali,” kata Inge. Ia juga menjelaskan, efek kopi, baik diminum saat berbuka maupun sahur, sangat bergantung pada faktor genetik masing-masing individu. “Misalnya, ada orang yang sensitif terhadap efek kafein pada kesehatan jantung. Minum kopi sedikit saja membuat jantungnya berdebar. Nah, bagi sebagian orang, rasa berdebar itu justru membuat konsentrasi meningkat. Tapi bagi orang lain, berdebar-debar itu malah sangat mengganggu,” katanya. Sehingga dampak kopi terhadap performa dan konsentrasi tidak bisa disamaratakan. Semuanya kembali pada faktor genetik yang dimiliki setiap orang. Selain itu, ia juga mengatakan minum kopi terlalu banyak, memang ada efek diuresis, artinya buang air kecil jadi lebih sering. “Kalau diminum saat sahur, efeknya bisa membuat seseorang lebih cepat merasa haus. Ini bukan karena faktor genetik, tetapi memang efek kafein yang meningkatkan diuresis. Sebenarnya kalau hanya soal buang air kecil tidak masalah. Tapi karena saat puasa tidak boleh minum lagi, bisa terjadi dehidrasi dan itu yang membuat tidak nyaman,” katanya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang