Ada banyak jalan alternatif menuju Jakarta saat periode arus balik Lebaran 2026. Hanya saja, tak semua kendaraan memiliki kemampuan untuk melewatinya. Desain kendaraan umumnya disesuaikan dengan fungsi dan modelnya. Seperti sedan, mobil keluarga tak selalu bisa melewati jalan terjal. Sony Susmana, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) mengatakan perlu perhitungan matang sebelum memutuskan berkendara melewati jalan berbukit terkait medan jalan dan kemampuan kendaraan. “Setiap kendaraan punya batas toleransi keamanan terhadap medan jalan, seperti untuk menghadapi jalan bergelombang, atau berbukit,” ucap Sony kepada KOMPAS.com, belum lama ini. Pemudik perlu mengenali beberapa elemen pertimbangan penting seperti break over atau bodi mobil yang keluar dari marka jalan, departure angle atau sudut ketinggian bodi belakang dengan permukaan jalan, approach angle atau sudut ketinggian bodi depan dengan permukaan jalan dan ground clearance atau celah bodi mobil dengan permukaan jalan. Maka dari itu, penting untuk mempelajari medan jalan yang akan dilalui dengan kondisi kendaraan. Bila kendaraan memang berpotensi bisa tersangkut karena permukaan jalan tidak rata sebaiknya tidak dipaksakan. Foto: Insiden kecelakaan lalu lintas di jalan alternatif Simpang Palang-Simpang Sitahoan, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumut, Selasa (24/3/2026). Dokumentasi: Pos Pengamanan. “Kemudian di turunan yang curam dibutuhkan kemampuan engine brake agar memperingan kerja rem utama, ini akan maksimal pada mobil-mobil manual, sementara mobil matik kemampuan engine brakenya lemah sehingga rem menjadi rawan blong,” ucap Sony. Sony juga mengatakan penting memilih jenis ban untuk melibas jalanan berbukit karena dibutuhkan traksi baik dengan kondisi permukaan jalan beragam. “Minimal ban AT agar lebih mudah atau mengurangi risiko terjadinya selip saat melibas permukaan jalan berpasir atau licin, selain itu tenaga mesin juga perlu diperhitungkan apakah mampu untuk melewati tanjakan terjal,” ucap Sony. Kemacetan kendaraan terjadi di kawasan Koto Baru - Padang Panjang, Senin (23/3/2026). Kepadatan dipicu tingginya arus mudik Lebaran yang bertepatan dengan aktivitas pasar di wilayah tersebut. Sebagai gambaran, karakter mobil MPV dan SUV juga berbeda sehingga perlu perhitungan dan strategi matang untuk bisa melewati jalan berbukit. MPV cenderung punya ground clearance lebih rendah dibandingkan SUV, serta dimensinya lebih besar sehingga bisa menjadi beban tambahan saat dipakai menanjak. Jadi, sebelum memutuskan balik ke Jakarta lewat jalan alternatif yang berbukit, sebaiknya pemudik mempertimbangkan karakter kendaraan dan kemampuannya untuk melibas tanjakan curam dan jalan sempit. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang