JAKARTA, KOMPAS.com – Selain arus mudik, perjalanan arus balik juga perlu mendapat perhatian dari pemudik. Salah satu hal yang kerap terjadi adalah bertambahnya barang bawaan dari kampung halaman, yang berpotensi mengganggu kenyamanan selama perjalanan. Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, mengingatkan agar pemudik bijak dalam membawa barang saat kembali ke kota. Budi (kiri) dan Mulyadi (kanan) bersiap melanjutkan perjalanan menuju kampung halaman usai beristirahat di Masjid Annur Syukur, Kamis (19/3/2026). Keduanya menempuh perjalanan mudik lintas Sumatera dari Jakarta ke Padang Pariaman dengan satu mobil bersama anggota keluarga lainnya. “Begini, kalau ada barang yang dibawa di dalam mobil, sebaiknya hanya barang-barang yang memang diperlukan selama perjalanan,” ujar Jusri kepada Kompas.com, yang dihubungi belum lama ini. Menurut dia, tidak semua barang harus dibawa langsung menggunakan mobil, terutama jika hanya akan digunakan setelah tiba di tujuan. barang yang justru banyak memakan ruang di kompartemen penumpang dan tidak dibutuhkan di perjalanan, misalnya hanya untuk oleh-oleh dari kampung, maka sebaiknya dikirim saja,” ujarnya. Jusri menegaskan, memaksakan membawa terlalu banyak barang di dalam kabin bisa berdampak pada kenyamanan penumpang. "Jangan sampai kompartemen penumpang dipenuhi barang-barang yang tidak diperlukan. Dampaknya bisa menimbulkan ketidaknyamanan dan membuat stres selama perjalanan,” katanya. PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) bersama Kepolisian resmi menutup sementara akses masuk contraflow di KM 55 Ruas Tol Jakarta?Cikampek pada pukul 10.05 WIB, Minggu (22/3/2026). Kondisi tersebut tidak boleh dianggap sepele, karena dapat berpengaruh pada kondisi fisik selama perjalanan jauh. "Ketika stres, hal itu bisa menurunkan stamina atau daya tahan tubuh. Apalagi jika ada anak kecil, kondisi ini bisa membuat mereka lebih cepat lelah,” ucap Jusri. Karena itu, pemudik disarankan untuk mengatur barang bawaan dengan bijak, termasuk memanfaatkan jasa pengiriman jika diperlukan. Dengan begitu, perjalanan arus balik bisa tetap aman, nyaman, dan tidak melelahkan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang