Penggunaan AC mobil saat perjalanan jauh membutuhkan perhatian lebih. Selain soal kenyamanan, pengaturan sirkulasi udara kabin juga berpengaruh terhadap kondisi fisik penumpang dan konsentrasi pengemudi, terutama saat perjalanan berlangsung lebih dari dua jam tanpa henti. Pengaturan Sirkulasi Udara Menurut Gunawan, pemilik Premium99 AC, pada penggunaan AC dalam durasi panjang, pengemudi disarankan untuk tidak terus-menerus memakai mode sirkulasi ulang atau recirculate. Udara di dalam kabin perlu diganti secara berkala agar tetap segar dan tidak pengap. “Untuk penggunaan di atas dua jam, sebaiknya AC menggunakan mode fresh, artinya udara luar dimasukkan ke dalam kabin, bukan terus di-recirculate. Udara di dalam mobil perlu diganti supaya tetap segar,” kata Gunawan kepada Kompas.com, Kamis (8/1/2026). Ilustrasi ac mobil Gunawan menjelaskan, proses penyegaran udara kabin tidak perlu dilakukan dalam waktu lama. Mode fresh cukup diaktifkan selama satu hingga tiga menit, lalu setelah suhu kabin kembali terasa stabil, pengemudi bisa kembali menggunakan mode recirculate agar pendinginan tetap optimal. “Tidak perlu lama-lama, satu sampai tiga menit sudah cukup untuk memasukkan udara baru dari luar. Tidak perlu buka jendela, karena udara tetap tersaring oleh filter AC,” ujarnya. Kondisi Sistem Pendinginan Mesin Selain pengaturan sirkulasi udara, Gunawan menekankan pentingnya memastikan kondisi sistem pendinginan mesin dalam keadaan baik sebelum melakukan perjalanan jauh. Pasalnya, jika temperatur mesin terlalu panas akibat masalah pada radiator atau sistem pendinginan, AC mobil bisa otomatis mati. “Pendinginan mesin harus dipastikan aman. Kalau suhu mesin cenderung panas, sistem AC bisa di-off secara otomatis. Jadi sebelum perjalanan jauh, sebaiknya lakukan pengecekan atau perawatan berkala,” kata dia. Menurutnya, pengecekan kendaraan sebelum perjalanan jauh tidak hanya terbatas pada AC. Kondisi rem, oli mesin, radiator, serta komponen pendukung seperti wiper, lampu, klakson, dan ban juga perlu diperhatikan demi keselamatan dan kenyamanan berkendara. Tips untuk Mobil Single Blower Khusus untuk mobil dengan sistem AC single blower dan membawa banyak penumpang, Gunawan menyarankan agar kecepatan blower dinaikkan ke level dua atau tiga. Pengaturan ini bertujuan agar sirkulasi udara ke baris belakang tetap optimal. “Suhunya bisa diatur di tengah atau mendekati maksimal, tapi blower juga harus ditingkatkan supaya penumpang belakang tetap merasa nyaman selama perjalanan,” kata Gunawan. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang