Aplikasi navigasi digital memang memudahkan perjalanan, namun tidak selalu menjamin rute yang dilalui aman dan nyaman. Hal ini dialami oleh seorang pengguna bernama Satria Katana yang sempat terjebak di jalur tak biasa saat menuju tol fungsional Purwomartani, Yogyakarta. Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (23/3/2026), ketika Satria berencana melakukan perjalanan dari Yogyakarta menuju Surabaya. Ia berangkat dari kawasan Palagan dan mengandalkan Google Maps untuk menuju pintu tol Purwomartani. Saat jarak menuju pintu tol tinggal kurang dari 5 kilometer, Satria mengikuti arahan aplikasi untuk berbelok ke jalur yang direkomendasikan. Namun, sejak awal ia mulai merasa janggal karena rute yang dipilih bukan jalan utama, melainkan jalur yang lebih kecil. “Awalnya saya sudah curiga kenapa Maps nggak memandu saya ke jalanan yang besar. Tapi saya pikir mungkin karena jalan utama macet,” ujar Satria dalam penuturannya kepada Kompas.com, Selasa (24/3/2026). Kecurigaan itu terbukti ketika kondisi jalan yang dilalui semakin sempit. Mulanya masih berupa paving block dan aspal, namun hanya cukup untuk satu kendaraan. Tak lama kemudian, jalan berubah menjadi cor yang rusak hingga akhirnya menjadi jalan tanah. Kendaraan para pemudik melintasi jalan area persawahan di Tamanmartani, Kalasan, Kabupaten Sleman setelah mengikuti google map menuju GT Purwomartani. Mereka mengikuti google map untuk menghindari kepadatan arus lalu lintas di Jalan Yogya-Solo. Satria dibuat terkejut karena tidak sendirian. Ia mendapati puluhan mobil lain terjebak di jalur yang sama. Warga sekitar pun sudah bersiaga, dengan sejumlah sukarelawan membantu mengatur arus kendaraan agar tetap bisa melintas di jalur sempit tersebut. Perjalanan melewati jalan tanah dan perkampungan dengan lebar pas satu mobil itu membuat waktu tempuh menjadi jauh lebih lama. Satria mengaku membutuhkan waktu sekitar satu jam hanya untuk bisa keluar dari jalur tersebut dan masuk ke Gerbang Tol Purwomartani. “Total saya terjebak di jalan tanah itu kurang lebih 1 jam hingga bisa masuk ke GT Purwomartani. Dan dari atas tol terlihat masih banyak antrean,” kata dia. Kejadian ini menjadi pengingat bagi pengguna jalan untuk tidak sepenuhnya bergantung pada aplikasi navigasi. Pengemudi tetap perlu mempertimbangkan kondisi nyata di lapangan, terutama saat diarahkan ke jalur alternatif yang tidak lazim dilalui kendaraan roda empat. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang