Penggunaan Google Maps kembali menjadi sorotan setelah sejumlah pengemudi dilaporkan tersasar ke jalan tanah sempit saat hendak menuju Tol Purworejo-Yogyakarta melalui akses Purwomartani, baru-baru ini. Alih-alih masuk jalur utama, kendaraan justru diarahkan ke jalan kampung yang sulit dilalui mobil. Bahkan, sebagian pengemudi terpaksa putar balik karena kondisi jalan tidak memungkinkan untuk dilintasi kendaraan roda empat. Fenomena ini bukan pertama kali terjadi. Dalam banyak kasus, pengguna terlalu mengandalkan navigasi tanpa mengecek detail rute yang dipilih, sehingga berisiko masuk ke jalur alternatif yang tidak sesuai. Marcell Kurniawan, Training Director di Real Driving Centre (RDC), mengatakan pengguna perlu lebih cermat sebelum mengikuti arahan navigasi. Salah satu hal mendasar adalah memastikan jenis kendaraan yang dipilih di aplikasi. “Saat menentukan tujuan, pastikan mengecek dua kali jenis kendaraan yang digunakan, jangan sampai terpilih roda dua,” kata Marcell kepada Kompas.com, Kamis (26/3/2026). Ilustrasi Google Maps Selain itu, pengemudi juga diminta untuk memperhatikan tampilan rute yang disarankan. Jalur utama biasanya ditandai dengan warna biru, sedangkan jalur abu-abu menandakan kondisi jalan yang lebih sempit atau kurang ideal. “Cek rute yang disarankan, pastikan jalur yang akan dilalui berwarna biru, bukan abu-abu. Kalau abu-abu berarti jalannya sempit,” ujarnya. Marcell juga menyarankan pengguna untuk memanfaatkan fitur tambahan seperti Street View guna melihat kondisi jalan secara lebih nyata sebelum dilalui. “Cek lokasi yang akan dilalui dengan Google Street View,” kata dia. Ia menambahkan, saat sudah dalam perjalanan dan menemui kondisi jalan yang meragukan, pengemudi sebaiknya tidak memaksakan diri mengikuti navigasi. “Saat kita sudah mengemudi dan melihat jalan yang akan dilalui kurang meyakinkan, lebih baik ambil jalur yang dirasa aman dan nyaman, dan biarkan aplikasi melakukan rerouting,” ucap Marcell. Dengan memahami fitur dan tidak sepenuhnya bergantung pada navigasi, pengemudi dapat meminimalkan risiko tersasar ke jalan sempit, sehingga perjalanan tetap aman dan nyaman. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang