Agus Pambagio, Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) dan pengamat kebijakan publik mengatakan, wacana mobil Nasional merupakan ide yang tidak relevan dengan kondisi yang ada di Indonesia saat ini. "Kita sampai hari ini masih bicara soal mobil Nasional. Itu buat saya juga tidak masuk akal karena menambah kepadatan," katanya pada acara diskusi bersama Instran pekan lalu. Agus menjelaskan, memproduksi mobil Nasional sangat berat untuk dipasarkan keluar kecuali di dalam negeri. Sebab tantangan dari industri mobil internasional yang sudah menjadi raja merek otomitif sangat besar. Misalnya seperti Jerman, Prancis, Korea, China, Amerika, Jepang yang sudah dikenal sebagai merek raksasa otomotif. Tentunya penjualan mobil Nasional akan kalah saing dengan merek-merek mobil dari negara lain. " Ingat kasus Timor ? Itu dihajar habis karena cuma ganti emblemnya saja. Sementara Proton (mobil nasional buatan Malaysia) bisa bersaing. Hal itu karena dia menyewa girboks Mitsubishi untuk 20 tahun. Sehingga dia aman sampai sekarang," katanya. Sementara itu, jika projek mobil Nasional di Indonesia terlalu tergesa-gesa, hal itu menurut Agus belum tentu dapat terwujud. TMI mendapat mandat Presiden RI kembangkan mobil nasional dengan IP lokal, target produksi massal pada 2027-2028. Memang sekarang ada merek Maung, namun sasis yang digunakan adalah Toyota Hilux dan SsangYong. Kemudian dari sisi manufaktur hanya di kontra Maung sebagai kendaraan militer. "Kalau mau dijadikan kendaraan pribadi saya rasa itu tidak masuk akal. Itu pasti gagal," katanya. Agus menyarakan untuk saat ini yang paling tepat adalah fokus pada produksi kendaraan-kendaraan besar (transportasi umum). Sehingga soal pajak,harga dan sebagainya itu bisa masuk di kantong masyarakat pengguna angkutan umum. Selain itu menurutnya tidak akan menambah jumlah populasi kendaraan yang kerap menimbulkan kemacetan. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang