Wuling Almaz menjadi salah satu mobil Sport Utility Vehicle (SUV) merek China yang cukup menarik perhatian sejak pertama kali hadir di Indonesia. Desain modern, fitur melimpah, dan harga kompetitif membuat mobil ini dilirik. Salah satunya adalah Michael Sofyan, seorang pengusaha yang masih setia menggunakan Almaz Turbo tahun 2020. Testimoni pemakai Wuling Almaz 2020 Menurut Michael, alasan utama memilih Almaz adalah dari sisi tampilan dan spesifikasi yang ditawarkan. “Kenapa saya beli mobil Almaz Turbo? Pertama karena bentuknya. Desainnya kelihatan soft, tinggi, dan cakep, mirip seperti Honda CR-V model lama, yang bentuknya agak bulat," kata Michael kepada Kompas.com, belum lama ini. "Kedua, saya tahu mobil ini punya basis dari Chevrolet. Sasisnya tebal, jadi nuansanya memang Eropa banget. Lalu mesinnya 1.500 cc turbo, dan ternyata tenaganya cukup oke. Power-nya enak, torsinya juga enak, yang agak kurang cuma di konsumsi bensin, tapi wajar karena bodinya berat,” ujarnya. Untuk Harian Untuk penggunaan sehari-hari, Michael menilai Almaz sudah cukup nyaman. Interiornya dinilai modern, dengan layar sentuh besar yang menjadi pusat perhatian di dalam kabin. “Untuk pemakaian harian, mobil ini bagus banget. Interiornya juga menarik, terutama layarnya yang lebar seperti iPad yang waktu itu rasanya mirip Tesla. Sistem kelistrikannya juga bagus, ada pemberitahuan tekanan angin ban di monitor, jadi cukup lengkap,” ujarnya. Dari sisi harga, Michael merasa Almaz juga menawarkan nilai yang sulit ditandingi kompetitor di kelasnya saat itu. “Harganya juga masuk akal, waktu itu sekitar Rp 314 jutaan. Dengan spesifikasi seperti itu, harganya jauh di bawah kompetitornya. Bahkan bisa dibilang speknya melebihi beberapa pesaing di kelasnya,” katanya. Testimoni pemakai Wuling Almaz 2020 Servis dan Perawatan Soal kepemilikan mobil merek China, Michael cukup yakin karena Wuling sudah memiliki fasilitas produksi besar di Indonesia. “Saya tahu juga bahwa Wuling sudah punya pabrik besar di Indonesia, jadi saya tidak ragu beli mobil merek China. Lagipula Wuling ini bukan 'China murahan', sudah branded. Karena saya lumayan paham soal mobil, akhirnya saya berani pilih Almaz Turbo,” ujarnya. Selama lima tahun pemakaian, biaya servis dinilainya masih ramah di kantong. “Selama ini pemakaian masih oke. Servis juga mudah dan biayanya relatif. Sekali servis ganti oli sekitar Rp 2 jutaan, tapi untuk perawatan rutin sebagian besar masih gratis. Dilernya juga dekat dari rumah, jadi praktis,” ujarnya. Kesimpulan Dengan odometer sekitar 50.000 Km, Michael mengaku belum terpikir untuk menjual mobilnya. Test drive Wuling Almaz dari Jakarta menuju Ciletuh, Sukabumi, 6-8 Maret 2019 Almaz lebih sering dipakai untuk kebutuhan dalam kota dan keluarga. “Kalau ditanya kekurangannya, ya paling di konsumsi bensin saja karena bodinya berat, jadi ban juga cepat haus. Secara teknis nggak ada masalah, karena semua perawatan ditangani langsung oleh Wuling,” katanya. “Sejauh ini saya puas. Kalau nanti beli lagi, mungkin tetap Wuling, tapi tipe yang berbeda,” kata Michael. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang