Wuling Motors kembali menunjukkan taringnya di pasar kendaraan listrik Indonesia. Setelah sukses dengan lini Air ev dan BinguoEV, pabrikan asal China ini resmi memperkenalkan Wuling Cortez Darion EV. Berbeda dengan varian mesin bensinnya, Cortez Darion EV membawa napas desain yang lebih segar, menggabungkan siluet MPV keluarga yang akomodatif dengan detail futuristik khas lini kendaraan listrik masa depan. Saya berkesempatan untuk mengetes Cortez Darion EV selama beberapa hari. Selama pengetesan tersebut, saya berhasil mendapatkan impresi yang cukup positif dari mobil listrik keluarga ini. Test drive WUling Cortez Darion EV Menilik dari sisi teknis, proporsi bodi Wuling Cortez Darion EV tetap mempertahankan DNA sebagai MPV medium yang mengedepankan aspek kelegaan ruang kabin. Mobil listrik ini hadir dengan postur yang cukup dominan melalui panjang keseluruhan mencapai 4.780 mm, lebar 1.810 mm, serta tinggi 1.751 mm. Angka-angka tersebut tidak hanya memberikan kesan gagah dari luar, tetapi juga menjadi jaminan kenyamanan bagi penumpang di ketiga barisnya. Kunci utama dari desain eksteriornya yang terlihat proporsional terletak pada jarak sumbu roda sepanjang 2.800 mm. Dengan sumbu roda yang tergolong panjang di kelasnya, Cortez Darion EV mampu menyajikan stabilitas berkendara yang lebih baik sekaligus memaksimalkan ruang kaki di dalam kabin. Perpaduan dimensi ini memastikan bahwa estetika futuristik yang diusungnya tetap sejalan dengan fungsionalitas utama sebagai kendaraan keluarga yang akomodatif. Test drive WUling Cortez Darion EV Wajah Lebih "Clean" dan Aerodinamis Melihat tampilan depannya, perbedaan paling mencolok terletak pada absennya gril konvensional. Sebagai gantinya, Cortez Darion EV menggunakan panel tertutup (solid grille) yang mengoptimalkan sisi aerodinamis. Garis krom yang biasanya melintang tegas kini digantikan oleh LED Light Strip yang menyambung dari sisi kiri ke kanan, memberikan kesan lebar dan modern. Logo Wuling di tengah pun kini dibekali pencahayaan (illuminated), yang akan menyala cantik saat mobil diaktifkan. Test drive WUling Cortez Darion EV Profil Proporsional Bergeser ke bagian samping, Wuling tetap mempertahankan siluet khas Cortez yang dikenal memiliki proporsi badan yang jenjang dan atap yang tinggi. Namun, ada beberapa detail baru yang membuatnya tampil lebih berkelas. Penggunaan pelek alloy baru dengan desain multi-spoke berbalut dual-tone yang dirancang khusus untuk meminimalkan hambatan angin. Tarikan garis dari lampu depan hingga lampu belakang memberikan kesan kokoh, menunjukkan bahwa ini adalah MPV yang siap diajak menempuh jarak jauh. Mengikuti tren mobil listrik premium, gagang pintu kini dibuat rata dengan bodi, memberikan kesan seamless dan mewah. Selain itu, membuatnya juga terlihat lebih aerodinamis. Test drive WUling Cortez Darion EV Buritan Berkarakter Bagian belakang juga tak luput dari sentuhan revisi. Lampu belakang kini menggunakan teknologi Full LED dengan desain 3D yang lebih tajam. Rear spoiler di bagian atas kaca belakang tidak hanya mempercantik tampilan, tapi juga berfungsi mengalirkan udara dengan lebih efisien. Satu hal yang menarik adalah absennya lubang knalpot di bagian bawah bumper, yang digantikan oleh diffuser minimalis dengan aksen krom tipis. Ini seolah mempertegas identitasnya sebagai kendaraan ramah lingkungan yang "bebas polusi". Test drive WUling Cortez Darion EV Kesimpulan Secara keseluruhan, desain eksterior Wuling Cortez Darion EV berhasil naik kelas. Wuling tidak sekadar menempelkan baterai pada bodi Cortez lama, melainkan memberikan identitas visual baru yang lebih matang dan prestisius. Bagi konsumen yang menginginkan kenyamanan MPV tujuh penumpang namun dengan gaya hidup modern tanpa emisi, Cortez Darion EV sepertinya akan menjadi opsi yang sulit untuk diabaikan di segmennya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang