Pasar SUV 7-penumpang dengan teknologi plug-in hybrid (PHEV) di Indonesia mulai ramai diisi model baru. Salah satu pendatang anyar adalah Wuling Eksion PHEV yang langsung menantang pemain lebih dulu hadir, Chery Tiggo 8 CSH. Keduanya menawarkan kombinasi efisiensi listrik dan fleksibilitas mesin bensin, namun dengan pendekatan teknis yang cukup berbeda. Dimensi Wuling Eksion PHEV hadir dengan dimensi yang tergolong bongsor di kelasnya, yakni panjang 4.745 mm, lebar 1.850 mm, dan tinggi 1.755 mm, dengan wheelbase 2.810 mm. Angka ini menunjukkan fokus pada kabin lega, terutama untuk kebutuhan tiga baris penumpang. Wuling Eksion dibekali dengan teknologi keselamatan ADAS Level 2. Sebagai pembanding, Chery Tiggo 8 CSH memiliki panjang sekitar 4.722 mm dan wheelbase 2.710 mm. Artinya, secara angka, Eksion sedikit lebih unggul di panjang dan jarak sumbu roda, yang berpotensi memberi ruang kaki lebih lapang, terutama di baris kedua dan ketiga. Mesin dan Performa Perbedaan paling terasa ada pada konfigurasi dapur pacu. Wuling Eksion PHEV menggunakan mesin bensin 1.500 cc naturally aspirated (NA) dengan tenaga sekitar 105 tk dan torsi 130 Nm. Mesin ini berfungsi sebagai bagian dari sistem hybrid yang dipadukan dengan motor listrik. Chery Tiggo 8 CSH Di sisi lain, Chery Tiggo 8 CSH jauh lebih agresif. Mesin bensinnya berkapasitas 1.5L turbo yang dipadukan dengan motor listrik, menghasilkan tenaga gabungan hingga sekitar 340 PS dengan torsi besar. Secara angka, Tiggo 8 CSH unggul telak dalam hal performa, baik tenaga maupun akselerasi. Performa dan Sistem Hybrid Di sektor dapur pacu, Wuling Eksion PHEV menggunakan mesin 1.500 cc naturally aspirated (NA) dengan tenaga sekitar 105 tk dan torsi 130 Nm. Mesin ini dipadukan dengan motor listrik melalui sistem DHT (Dedicated Hybrid Transmission), dengan total output sistem mencapai kisaran 201 tk pada varian elektrifikasi. Sementara itu, Chery Tiggo 8 CSH menggunakan pendekatan lebih agresif dengan mesin 1.5L turbo yang dipadukan motor listrik. Output gabungannya jauh lebih besar (sekitar 300+ tk), sehingga unggul dalam akselerasi dan performa. Efisiensi dan Jarak Tempuh Untuk efisiensi, Eksion PHEV diklaim mampu menempuh lebih dari 1.000 km dalam kondisi kombinasi (bensin + listrik). Tiggo 8 CSH sendiri berada di level yang mirip bahkan lebih tinggi, dengan klaim jarak tempuh lebih dari 1.300 km serta mode listrik murni hingga sekitar 90 km. Artinya, keduanya sama-sama unggul untuk penggunaan harian dalam kota (mode EV) sekaligus perjalanan jauh tanpa range anxiety. Fitur dan Teknologi Masuk ke bagian fitur, Wuling Eksion PHEV sebenarnya sudah cukup serius. Wuling membekali SUV ini dengan berbagai elemen kenyamanan seperti kursi depan dengan pengaturan elektrik dan ventilasi, penggunaan material interior premium, hingga panoramic sunroof yang memanjang sampai ke baris belakang untuk menciptakan kesan kabin lebih lapang. Wuling Eksion PHEV Vs Tiggo 8 CSH Sistem pendingin udara juga dirancang menjangkau hingga baris ketiga dan sudah dilengkapi filter PM2.5, sementara visibilitas didukung kamera 360 derajat dengan fitur transparent chassis yang membantu saat parkir atau manuver di ruang sempit. Selain itu, Eksion juga sudah mengadopsi ekosistem teknologi milik Wuling seperti sistem konektivitas berbasis internet (LING OS) serta platform elektrifikasi terbaru yang mendukung efisiensi dan keamanan baterai. Chery Tiggo 8 CSH Namun, jika dibandingkan langsung, Tiggo 8 CSH masih terasa sedikit lebih show off dalam hal fitur. Mobil ini menawarkan pendekatan yang lebih premium dengan layar besar, fitur hiburan yang lebih dominan, serta kelengkapan keselamatan yang umumnya lebih banyak, termasuk jumlah airbag dan fitur ADAS yang lebih komprehensif. Harga dan Posisi Pasar Untuk harga, Wuling Eksion PHEV dipasarkan mulai Rp 449 juta hingga Rp 499 juta untuk wilayah Jakarta. Rentang ini membuatnya langsung berhadapan dengan Tiggo 8 CSH yang juga bermain di kisaran serupa, yakni Rp 439 juta hingga Rp 579 juta (OTR Jakarta) tergantung varian, sehingga pilihan konsumen akan sangat ditentukan oleh preferensi antara performa atau value. Kesimpulan Secara keseluruhan, Wuling Eksion PHEV menawarkan paket yang cukup seimbang sebagai SUV keluarga elektrifikasi, dengan fokus pada kenyamanan kabin, efisiensi, dan fitur yang sudah lengkap untuk penggunaan harian. Sebaliknya, Chery Tiggo 8 CSH tampil lebih agresif dengan performa tinggi dan fitur yang terasa lebih premium. Artinya, jika prioritasnya adalah kenyamanan keluarga dan efisiensi, Eksion PHEV sudah sangat relevan. Namun jika mengincar tenaga besar dan fitur yang lebih “wah”, Tiggo 8 CSH masih punya daya tarik lebih kuat. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang