Persaingan mobil keluarga ramah lingkungan di Indonesia mencapai babak baru pada pertengahan 2026. Dua nama besar asal Tiongkok, Wuling dan BYD, kini bertarung sengit di segmen MPV 7-seater dengan teknologi berbeda, Plug-in Hybrid (PHEV) dan listrik murni (BEV). Bagi konsumen, pertimbangan utama tentu bukan soal fitur saja, melainkan biaya kepemilikan (Total Cost of Ownership). Berikut bedah komparasi antara Wuling Darion PHEV dan BYD M6 versi Kompas.com. BYD M6. Efisiensi Bahan Bakar dan Daya Wuling Darion PHEV menawarkan fleksibilitas tinggi. Dalam pengujian jarak jauh, mobil ini sukses menempuh rute Bali–Jakarta sejauh 1.200 km tanpa perlu mengisi bensin di jalan. Catatan konsumsi BBM-nya pun impresif, mencapai 30,3 km/liter. Jika dikonversikan untuk jarak 100.000 km dengan harga Pertamax Rp 12.300 per liter (Mei 2026), biaya bensin yang dikeluarkan sekitar Rp 40,5 jutaan. Angka konsumsi BBM tersebut bisa lebih hemat lagi kalau pengemudi sering mengecas baterai dan menggunakan model listrik. Mengingat dari baterai penuh (20,5 kWh), Darion bisa jalan lebih dari 100 km. Di sisi lain, BYD M6 sebagai BEV murni mengandalkan baterai 71,8 kWh dengan jarak tempuh 530 km. Untuk pemakaian 100.000 km atau lima tahun, dibutuhkan sekitar 189 kali pengisian daya penuh. Jika menggunakan tarif SPKLU PLN (Rp 2.466/kWh), total biaya pengisian daya mencapai Rp 33.192.709. Angka ini bisa lebih murah jika pemilik lebih sering melakukan charging di rumah. Pajak Tahunan Sektor pajak memperlihatkan perbedaan yang cukup kontras. BYD M6 menikmati insentif penuh sebagai mobil listrik, di mana Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan BBNKB dipatok Rp 0. BYD M6. Pemilik hanya perlu membayar SWDKLLJ sebesar Rp 143.000 per tahun. Artinya, dalam lima tahun biaya pajak hanya Rp 715.000. Sementara itu, Darion PHEV sebagai mobil hybrid tetap dikenakan PKB. Berdasarkan data terbaru, pajak tahunan Darion PHEV berada di kisaran Rp 5,3 juta sampai Rp 5,8 jutaan. Dalam periode lima tahun, pengeluaran untuk pajak bisa mencapai Rp 26 juta hingga Rp 29 jutaan. Biaya Perawatan Rutin Redaksi juga mendapatkan data servis berkala untuk keduanya. Untuk Wuling Darion PHEV, total biaya servis hingga 42.500 km atau 5,5 tahun mencapai sekitar Rp 14,2 juta. Wuling Darion PHEV Biaya servis perdana (5.000 km) dipatok Rp 1.209.727. Angka ini sempat melonjak pada servis ke-4 (27.500 km) menjadi Rp 4.291.925 karena adanya penggantian pelumas DHT, busi, dan minyak rem. Rata-rata, pemilik perlu menyiapkan Rp 2,5 juta sampai Rp 3 jutaan per tahun. Sedangkan BYD M6 memiliki jadwal servis lebih panjang, yakni setiap 20.000 km setelah servis perdana. Berdasarkan tabel resmi BYD, biaya jasa dan suku cadang hingga 80.000 km hanya Rp 4.747.955. Jika dikonversikan hingga 100.000 km, biayanya tetap berada jauh di bawah model hybrid karena komponen mekanis yang lebih sederhana. Kesimpulan Jika ditotal secara keseluruhan (biaya energi, pajak, dan servis), BYD M6 mencatatkan pengeluaran sekitar Rp 38.655.664 selama lima tahun, atau hanya Rp 21.475 per hari. Angka ini sangat sulit dikalahkan oleh teknologi hybrid manapun. Namun, Wuling Darion PHEV tetap punya nilai jual bagi keluarga yang enggan mengantre di SPKLU saat perjalanan jauh. Kemampuannya melahap rute Jakarta-Bali tanpa isi bensin adalah bukti nyata kepraktisan yang ditawarkan bagi mereka yang memiliki mobilitas lintas provinsi. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang