Wuling Darion menjadi model MPV pertama di Indonesia yang hadir dalam dua pilihan elektrifikasi sekaligus, yakni EV (listrik murni) dan PHEV (plug-in hybrid). Kompas.com mendapati Darion di ajang Beijing Auto Show 2026, tepatnya di booth SGMW. Unit yang dipajang tetap menggunakan nama Darion, sama seperti yang dipasarkan di Indonesia. Salah satu wiraniaga Wuling di lokasi menjelaskan, mobil yang dipamerkan merupakan produksi China bukan Indonesia. Hal menarik lainnya, harga Darion EV di China justru lebih mahal dibandingkan varian PHEV. Berbeda dengan di Indonesia yang sebaliknya. Wuling Darion PHEV “Harga buat tipe EV 110.000 RMB, sedangkan PHEV di bawah 100.000 RMB. Jadi EV lebih mahal ketimbang yang PHEV,” kata wiraniaga tersebut saat ditemui di lokasi pameran, akhir pekan lalu. Artinya di China, dengan kurs saat ini, harga Darion tipe EV dibanderol sekitar Rp 240 jutaan, sedangkan PHEV di bawah Rp 220 jutaan. Wiraniaga itu tidak merinci alasan pasti perbedaan harga tersebut. Namun secara logika, ia menilai ada kaitannya dengan biaya penggunaan kendaraan di China. “Saya enggak tahu alasan logisnya, tapi versi EV punya charger, dan elektrifikasi di China itu lebih murah daripada bensin. Jadi EV kalau dipakai (terus) bisa menghemat uang di kemudian hari saat ngecas,” ujarnya. Wuling Darion EV “Sedangkan kalau PHEV butuh bahan bakar (bensin), yang mana itu lebih mahal di China," kata dia. Kondisi ini berbeda dengan di Indonesia. Di Tanah Air, harga Darion EV justru lebih terjangkau dibandingkan versi PHEV. Mengutip situs resmi Wuling per April, Darion EV tipe CE dibanderol mulai Rp 399 juta, sedangkan varian EX mencapai Rp 459 juta. Adapun Darion PHEV dijual lebih mahal. Tipe terendahnya, yakni CE, dipasarkan sekitar Rp 449 juta, sementara varian EX menyentuh Rp 499 juta. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang