Kehadiran Wuling Eksion tak sekadar menjadi pilihan baru bagi yang mencari SUV 7-seater berbasis elektrifikasi, tapi juga menambah peta persaingan di pasar otomotif Tanah Air. Seperti diketahui, selain varian listrik murni atau EV, Wuling juga memasarkan Eksion plug-in hybrid atau PHEV. Model ini menjadi varian yang bisa dibilang siap mengganggu beberapa rival SUV 7-seater, salah satunya adalah Mitsubishi Destinator. Meski berbeda teknologi, karena Mitsubishi Destinator masih menggunakan mesin konvensional dengan konfigurasi 1.500 cc turbo, namun segmentasi pasar yang diincar keduanya sama, yakni SUV keluarga 7-seater. Komparasi Lalu, mana yang terbaik dari keduanya? Menjawab hal ini, coba saya jabarkan sedikit soal bandingan dari sisi dimensi, harga, dan performanya berdasarkan spesifikasi resmi. Mitsubishi Destinator 55th Anniversary Edition Dari segi dimensi, Wuling Eksion PHEV memiliki panjang 4.745 mm, lebar 1.850 mm, dan tinggi 1.755 mm. Sedangkan Destinator, panjang 4.680 mm, lebar 1.840 mm, dan tinggi 1.780 mm. Meski sama-sama sebagai SUV 7-seater, tapi ada perbedaan dari segi panjang, lebar, dan tinggi keduanya yang mana terlihat untuk panjang dan lebar Eksion lebih unggul dari Destinator. Hal ini secara tak langsung juga menggambarkan bagaimana kenyamanan sisi kabin sebagai ruang keluarga. Dari pengalaman singkat saya menjajal Eksion PHEV, pada baris kedua sebagai penumpang tak ada komplain soal ruang kaki dan kepala karena masih sangat lapang. Wuling Eksion PHEV Sedangkan pada baris ketiga, untuk perjalanan jarak jauh dengan waktu tempuh yang relatif berjam-jam, sepertinya akan lebih nyaman ditempati anak-anak. Tenaga Masuk ke sisi dapur pacu, dengan mesin 1.500 NA Wuling Eksion punya tenaga di atas kertas sebesar 105 tk dan torsi sebesar 130 Nm. Mesin tersebut dikombinasikan dengan tenaga motor listrik yang menghasilkan daya 195 Tk dan torsi 230 Nm. Mesin 1.500 cc Wuling Eksion PHEV Kombinasi dari kedua powertrain tersebut disalurkan ke roda via Dedicated Hybrid Transmission (DHT), yang dapat menghasilkan tenaga cukup responsif di putaran bawah ketika menjajalnya beberapa waktu lalu. Sementara Mitsubishi Destinator, dengan teknologi turbo, berdasarkan data di atas kertas punya tenaga yang lebih besar dari Eksion PHEV. Mesin bensin 4B40 berteknologi turbo berkapasitas 1.500 cc yang diaplikasikan pada Destinator memiliki tenaga 163 PS atau sekitar 160 Tk dan torsi 250 Nm pada putaran 2.500 hingga 4.000 rpm. Hasilnya bisa dipastikan putaran bawahnya juga cukup responsif. Test drive Mitsubishi Destinator Selain itu, Destinator juga memiliki beberapa mode berkendara yang bisa dimanfaatkan penggunanya menyesuaikan kebutuhan ketika sedang dalam perjalanan. Namun di lain sisi, Eksion melalui teknologi PHEV yang digunakan menawarkan sisi efisiensi bahan bakar yang lebih tinggi. Berdasarkan klaim Wuling, jarak tempuh kombinasinya mencapai 1.000 km lebih, sementara saat mengandalkan daya dari baterai atau berkendara dengan mode listrik murni, bisa membawa SUV 7-seater ini menempuh jarak sejauh 125 km. Harga Bagaimana dengan harganya? Dari data terbaru, Wuling Eksion PHEV dipasarkan sebesar Rp 449 juta sampai Rp 499 juta yang merupakan banderol early bird atau sementara. Sedangkan Destinator, dipasarkan dari Rp 397 juta sampai Rp 522,5 juta untuk varian tertinggi yang merupakan edisi 55 tahun.   Wuling Eksion PHEV Secara harga, Destinator varian Exceed dengan harga Rp 422 juta bisa menjadi rival Eksion PHEV tipe bawah yang dijual Rp 449 juta. Sedangkan Eksion XE yang merupakan varian tertinggi dengan banderol Rp 499 juta, bisa bersaing dengan Destinator Ultimate yang harganya Rp 482 juta. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang