Wuling Cortez Darion EV jadi salah satu pilihan mobil listrik untuk keluarga. Selain desain dan fiturnya yang menarik, performa dan efisiensi dayanya juga cukup mengesankan. Saya berkesempatan untuk mencoba Cortez Darion EV selama beberapa hari untuk digunakan harian di jalanan perkotaan. Tentunya, gaya berkendara juga disesuaikan dengan penggunaan harian. Saya menggunakan mode berkendara Eco, dengan tingkat pengereman regeneratif paling tinggi. Sementara AC, menggunakan suhu paling tinggi dan kipas pada Level 1. Test drive Wuling Cortez Darion EV Mengingat statusnya sebagai mobil keluarga, pengujian difokuskan pada bagaimana performa motor listriknya menyalurkan daya, serta seberapa hemat konsumsi energinya saat dihadapkan pada kondisi jalanan yang dinamis. Halus dan Instan Sejak awal menginjak pedal akselerasi, Cortez Darion EV langsung menunjukkan jati dirinya sebagai mobil listrik sejati. Karakter penyaluran tenaga terasa linear namun instan. Tidak ada lagi gejala jeda transmisi atau putaran mesin yang meraung seperti pada mobil konvensional. Meski memiliki dimensi bodi yang bongsor, motor listrik yang digendongnya mampu melesatkan mobil dengan cekatan dari posisi diam. Karakternya dirancang pas untuk stop-and-go di jalur padat perkotaan. Menariknya, keheningan kabin menjadi nilai plus utama, membuat perjalanan bersama keluarga terasa jauh lebih rileks. Test drive Wuling Cortez Darion EV Berdasarkan data spesifikasi pabrikan, Cortez Darion EV mampu menghasilkan tenaga sebesar 201 tk. Sedangkan untuk torsi maksimumnya, berada di angka 310 Nm. Efisiensi Daya Harian Pengujian dilakukan dengan mensimulasikan rute komuter harian. Berdasarkan catatan pada panel instrumen (cluster meter), setelah menempuh jarak total 53,3 kilometer, saya mencatatkan efisiensi daya sebesar 11,1 kWh/100 km atau 9 km/kWh. Test drive Wuling Cortez Darion EV Rute yang dipilih mencakup kombinasi jalan yang dinamis. Terkadang melewati jalan yang lengang, tapi terkadang juga menemui beberapa kemacetan khas jam pulang kerja. Sepanjang pengujian, AC tetap dinyalakan pada suhu tinggi dan kipas Level 1. Sebab, menurut pengujian saya, hawa dingin yang dihasilkan oleh MPV listrik ini sudah sangat cukup untuk penumpang di baris pertama. Test drive Wuling Cortez Darion EV Seberapa Irit Jika Dikonversi ke Rupiah? Jika melihat angka 9 km/kWh, artinya untuk menempuh jarak 53,3 km tersebut, Cortez Darion EV hanya menghabiskan daya baterai sekitar 5,9 kWh. Apabila kita mengacu pada tarif pengisian daya di SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) Fast Charging PLN saat ini yang berkisar di angka Rp 2.466 per kWh, maka biaya yang dikeluarkan untuk perjalanan sejauh 53,3 km tersebut hanya sekitar Rp 14.500 saja. Interior Wuling Cortez Darion EV Angka ini tentu jauh lebih efisien jika dibandingkan dengan MPV berkapasitas mesin bensin konvensional di kelasnya, yang rata-rata membutuhkan biaya bahan bakar beberapa kali lipat lebih besar untuk jarak yang sama di dalam kota. Wuling mengeklaim jarak tempuh Cortez Darion EV yang memiliki baterai 69,2 kWh ini bisa mencapai 540 km. Namun, jika berdasarkan pengujian yang saya lakukan, jika daya tempuhnya 9 km/kWh, maka daya tempuh sebenarnya adalah 622,8 km. Interior Wuling Cortez Darion EV Namun, perlu diingat, efisiensi daya untuk masing-masing pengendara bisa berbeda hasilnya. Tergantung dari gaya berkendara, mode berkendara yang digunakan, kondisi lalu lintas, beban yang dibawa, tekanan ban, dan lainnya. Kesimpulan Wuling Cortez Darion EV berhasil mengombinasikan akomodasi kabin yang lapang dengan efisiensi daya yang patut diacungi jempol. Catatan konsumsi energi 9 km/kWh untuk sebuah MPV 7-seater membuktikan bahwa manajemen daya pada sistem baterai dan motor listriknya tergolong efisien untuk penggunaan harian. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang